SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kemacetan yang terjadi di KM 8 Jalan Tanjung Api-api Desa Gasing Banyuasin, membawa dampak bagi pengguna jalan yang melintas.
Satlantas Polres Banyuasin yang telah melakukan rekayasa lalu lintas, tetap tidak bisa mengurai kemacetan yang terjadi.
Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Suwandi menuturkan, pihaknya sudah melakukan rekayasa lalulintas akan tetapi tidak mampu untuk mengurai kemacetan panjang hingga ke simpang bandara Palembang.
"Kesalahan dari pihak kontraktor yang tidak mengantisipasi sebelum melakukan penggalian jalan. Badan jalan langsung di gali saja, sehingga akses jalan hanya satu lajur dan membuat kendaraan yang melintas harus bergantian," kata Suwandi, Minggu (12/4/2026).
Galian badan jalan yang lebih kurang 35 meter ini, membuat kendaraan harus bergantian saat melintas. Curah hujan yang turun dan menimbulkan genangan air, rekayasa lalulintas yang dilakukan juga tidak bisa maksimal.
Mengingat lubang yang ada di bahu jalan cukup dalam, dan dikhawatirkan dapat menyebabkan kendaraan terperosok maupun tersangkut.
Karena tidak ada alternatif lain, sehingga Satlantas Polres Banyuasin melakukan penimbunan di bahu jalan. Dengan adanya penimbunan menggunakan batu di bahu jalan, sehingga jalan bisa dilalui dua lajur baik dari arah Palembang maupun dari Sungsang.
"Sebanyak 10 dum truk menumpahkan batu di bahu jalan agar bisa dilakukan pengerasan dan juga menutup lubang yang ada. Sehingga, kendaraan yang datang dari dua arah sama-sama bisa melintas. Mudah-mudahan, ini bisa menjadi solusi agar tidak terjadi kemacetan selama perbaikan jalan," ungkapnya.
Di sisi lain, memang hari ini menurut Suwandi lebih lengang dan tidak terjadi kemacetan di KM 8 Jalan Tanjung Api-api.
Selain kurangnya aktivitas gudang dan perkantoran yang ada di Jalan Tanjung Api-api, juga kurangnya kendaraan tonase berat yang melintas.
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan menempatkan personil di Jalan Tanjung Api-api sebagai antisipasi. Bila nanti terjadi kepadatan kendaraan, personil bisa langsung bisa melakukan pengaturan, sehingga tidak menyebabkan kemaceta total seperti sebelumnya," pungkasnya.