Waketum KADIN Andi Yuslim Patawari Sodorkan 2 Strategi Hadapi Geopolitik Global
mahyuddin April 12, 2026 02:29 PM

TRIBUNPALU.COM, PALU - Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan memanas, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Dr Andi Muh Yuslim Patawari, mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak pesimis. 

Sebaliknya, optimisme harus dijadikan sebagai sikap strategis untuk bertahan, beradaptasi, dan terus tumbuh.

Hal tersebut disampaikan Andi Yuslim Patawari dalam paparannya bertajuk "Menatap Optimisme di Tengah Ancaman Geopolitik" di Jakarta Selatan.

Menurutnya, dunia saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan berat, mulai dari ketegangan antar-kekuatan besar, perang ekonomi dan sanksi internasional, krisis pangan dan energi, hingga perebutan sumber daya akibat perubahan iklim.

"Kondisi global ini jelas membawa potensi dampak yang signifikan bagi Indonesia. Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga pangan dan energi yang membuat ketahanan ekonomi kita menjadi rentan," kata Andi Yuslim Patawari via Whatsapp, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Jadwal Muprov VIII Kadin Sulteng Resmi Mundur ke 23–25 April 2026

Ketua DPP KNPI 2011-2014 itu juga menyoroti dampak tekanan ekonomi global di kelompok akar rumput, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jika tidak diantisipasi, hal ini berpotensi memicu peningkatan ketimpangan sosial di masyarakat.

Meski ancaman di depan mata cukup nyata, tokoh kelahiran Bone tersebut menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapinya.

Kekuatan itu mencakup sumber daya alam (SDA) yang melimpah, bonus demografi, ketahanan sosial dan budaya masyarakat, serta posisi strategis Indonesia di kancah global.

Untuk memaksimalkan kekuatan tersebut dan mengubah krisis menjadi peluang, Andi merumuskan dua strategi utama yang harus segera diimplementasikan:

1. Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Indonesia harus mulai melepaskan diri dari ketergantungan impor. Strateginya adalah dengan mengutamakan produksi dalam negeri dan memberdayakan para petani lokal secara masif. Pangan yang berdaulat adalah kunci ketahanan nasional.

Baca juga: SPN dan Manajemen IMIP Morowali Buka Dialog Usai Aksi, Perbaikan K3 Jadi Komitmen

2. Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

Fokus pembangunan ekonomi harus diarahkan pada sektor riil. Hal ini dapat dicapai melalui dukungan penuh terhadap UMKM serta penguatan ekonomi di tingkat lokal agar roda perekonomian akar rumput tetap berputar meski ada badai krisis global.

"Optimisme bukan sekadar harapan kosong, melainkan strategi. Dengan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan, kita tidak hanya akan bertahan dari ancaman geopolitik, tetapi juga bangkit dan tumbuh menjadi negara yang lebih mandiri," pungkas Andi Yuslim.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.