Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Sebuah langkah besar dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Tengah resmi dimulai melalui peresmian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini secara resmi hadir di tengah masyarakat Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika.
Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.
Baca juga: Kapolda Janji Transparan Usut Kasus Penembakan Delapan Warga Dogiyai
Pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan tindak lanjut nyata dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Lembaga ini didesain sebagai wadah ekonomi berbasis desa yang bertujuan untuk mengelola potensi lokal secara berdikari.
Dengan hadirnya koperasi ini, masyarakat Kampung Atuka kini memiliki payung hukum dan organisasi resmi untuk memasarkan hasil bumi serta mengembangkan usaha mikro di wilayah mereka.
Baca juga: Dari Tugu Yamagata ke Pasar Mararena, Bupati Sarmi dan Warga Jalan Sehat Menyongsong Usia 24
Koperasi ini dianggap sebagai simbol baru kekuatan ekonomi di Papua Tengah.
Selama ini, potensi alam yang melimpah seperti sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan seringkali terkendala dalam hal distribusi dan permodalan.
Kopdes Merah Putih hadir untuk memangkas hambatan tersebut, memberikan angin segar bagi masyarakat di kampung setempat untuk lebih produktif.
Menanggapi peluncuran ini, Anggota DPR Papua Tengah, Peanus Uamang menyatakan, dukungan penuhnya.
Peanus menilai langkah pemerintah pusat dalam menghadirkan koperasi di tingkat kampung adalah bentuk perhatian nyata bagi masyarakat akar rumput.
Baca juga: Setiap Detik Berharga, IDI Papua Pertajam Respons Code Blue di Rumah Sakit
"Kehadiran lembaga usaha ini harus kita sambut dengan optimisme sebagai motor penggerak ekonomi di Mimika Tengah," kata Peanus kepada Tribun-Papua.com, di Nabire, Sabtu, (11/4/2026).
Meski menyambut baik, Peanus memberikan catatan penting bagi pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Ia menegaskan agar pemerintah tidak melepas tangan setelah koperasi diresmikan.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendampingan yang rutin dan sistematis.
"Jadi harus ada pengawalan ketat agar program kerja yang dicanangkan berjalan maksimal sesuai harapan pusat," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Sarmi Tetapkan CFD Jadi Nafas Baru Ekonomi Mama Papua
Dia mencontohkan, apabila masyarakat didorong untuk menanam jagung, maka pendampingan harus mencakup seluruh rantai produksi.
"Mulai dari edukasi pola tanam yang benar, penyediaan alat pertanian seperti sekop dan cangkul, hingga mekanisme pascapanen," tandasnya.
Peanus optimis jika pola pendampingan dijalankan konsisten, setiap sektor yang diprogramkan oleh Kopdes Merah Putih akan memberikan dampak positif yang signifikan hingga pada akhirnya menciptakan masyarakat yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan potensi yang ada.
"Dengan sinergi antara instruksi pusat, dukungan legislatif, dan pengawalan eksekutif di daerah, Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi nama, tetapi menjadi jantung baru yang menghidupi nadi ekonomi warga kampung," pungkasnya. (*)