Tantangan Wagub Kalimantan Barat untuk Gubernur Jabar, Janji Cium Lutut Dedi Mulyadi Jika Berhasil
Ardhi Sanjaya April 12, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan akan mencium lutut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Tantangan tersebut berkaitan dengan permintaan warga Kalbar meminjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan.

Warga meminjam KDM untuk memperbaiki jalan rusak di kawasan Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Bahkan video tersebut menjadi viral di media sosial.

Warga membandingkan jalan di Kalbar dengan Jabar.

Mendengar itu Krisantus secara tegas menyatakan kondisi Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar.

Menurutnya dari luasa wilayah pun Kalimantan Barat sudah jauh berbeda.

"Saya tegaskan Kalimantan Barat tidak bisa dibanding dengan Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat itu luasnya cuma 43 kilometer persegi, APBD-nya Rp 31 triliiun," katanya.

Sedangkan luas Kalbar 1,11 kali lebih besar dari Pulau Jawa.

"Provinsi Kalimantan Barat 1,11 kali pulau jawa. 171 ribu kilimeter persegi itu luas Kalimantan Barat," katanya.

Dengan luasan tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki Kalbar hanya Rp 6 triliun.

"APBD-nya Rp 6 triliun lebih. Ada yang mau minjam Dedi Mulyadi 3 bulan," katanya disambut tawa peserta Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Dedi Mulyadi Ucap Maaf Usai Heboh Ditantang Wagub Kalbar: Tak Ada Maksud Membanding-bandingkan

Krisantus Kurniawan secara lantang menantang Dedi Mulyadi bertukar posisi menjadi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

"Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat. Ayo bertukar kita. Saya mau lihat," katanya.

Ia menantang KDM mengelola APBD Rp 6 triliun untuk wilayah seluas 171 ribu kilometer persegi.

Jika Dedi bisa melaksanakannya, Krisantus bakal mencium lutut KDM.

"Tapi pakai duit Rp 6 triliun bangun Kalimantan Barat. Hayo kalau dia bisa, ku cium lututnya," katanya.

Baca juga: Tantang Dedi Mulyadi Bangun Wilayahnya, Wagub Kalbar: Kalau Dia Bisa Saya Cium Lututnya

Ia menekankan bahwa Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar.

"Jadi tidak dibandingkan. Kekuatan fiskal kita berbeda," katanya.

Mendengar tantangan itu, Dedi Mulyadi meminta maaf bilamana pembangunan yang dilakukan di Jawa Barat jadi contoh bagi Kalbar.

"Terima kasih atas tantangannya, mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud diperbandingkan dengan daerah lain," kata KDM.

Dedi Mulyadi merasa memahami bahwa setiap daerah memiliki masalah berbeda-beda.

"Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri. Dan persoalan fiskal kami juga memahami betapa beratnya daerah dengan luas seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal," katanya.

Ia menyampaikan permintaan maaf jika kemajuan di Jawa Barat justru menyinggung daerah lain.

"Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain. Semoga kita bisa bersama-sama melayani masyarakat dengan baik dan semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasilnya bisa mengalir ke daerah penghasil," kata Dedi Mulyadi.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.