Ancaman Karhutla Way Kambas Imbas El Nino, BPBD Lampung Aktifkan Destana
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 12, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menetapkan status waspada tinggi terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal ini terkait prediksi fenomena kemarau ekstrem Godzilla El Nino pada pertengahan 2026. Salah satu fokus utama pengamanan yang diperketat adalah kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang menjadi salah satu titik paling rawan di zona merah.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat menyebut, pihaknya bakal melibatkan masyarakat dengan mengaktifkan Desa Tangguh Bencana (Destana), menyipakan operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga mengajak para tokoh agama melakukan salat Istisqa (minta hujan).

Di samping itu, BPBD Lampung juga bakal melakukan penguatan koordinasi antara personel TRC, Pusdalops Kabupaten/Kota, petugas Damkar, hingga TNI/Polri dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ini.

"El nino tahun ini diprediksi menjadi kemarau paling panas dan terpanjang dalam 30 tahun terakhir, sehingga kita harus siaga menghadapi potensi ancaman yang bisa terjadi, terutama kebakaran hutan dan lahan," ujar Wahyu Hidayat, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Walhi Lampung Ungkap Minimnya Pelibatan Masyarakat Sipil dalam Penanggulangan Karhutla

BPBD juga akan mengaktifkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah penyangga Way Kambas untuk mendeteksi titik api melalui siskamling komunitas. 

Hal ini mengingat Way Kambas memiliki area savana dan hutan yang luas, yang jika terbakar, akan sulit dikendalikan tanpa deteksi dini.

Terlebih, kawasan TNWK sendiri telah dilanda karhutla selama dua hari berturut-turut pada 25-26 Januari 2026 lalu.

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan luas pada ekosistem hutan konservasi yang tersebar di beberapa titik strategis.

Saat itu, TNWK mengonfirmasi total luas lahan yang hangus terbakar secara keseluruhan mencapai kurang lebih 2.685,43 hektare yang tersebar di lima titik resort.

"Sebagai langkah antisipasi, kita akan mengaktifkan Destana di sekitar wilayah penyangga Way Kambas, kemudian berkoordinasi Pusdalops Kabupaten/Kota, Damkar, termasuk juga TNI/Polri," Kata dia.
 
Jika eskalasi kebakaran di wilayah hutan meningkat dan sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah telah menyiapkan langkah luar biasa.

"Apabila kebakaran meluas, kita siapkan water bombing. Jika kekeringan semakin parah, kita berkoordinasi dengan BNPB untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memicu hujan buatan," imbuh Wahyu.

Di samping itu, Wahyu juga meminta masyarakat dan pelaku usaha di sekitar perbatasan hutan untuk melakukan langkah mitigasi mandiri secara ekstra.

"Kami meminta masyarakat yang memiliki usaha di sekitar kawasan hutan, seperti bengkel tambal ban, gudang barang bekas yang mudah terbakar, hingga pabrik, untuk waspada dalam menggunakan api. Pastikan APAR berfungsi dan sumber air tersedia jika sewaktu-waktu muncul titik api," kata Wahyu.

Di luar kesiapan personel dan infrastruktur, BPBD Lampung juga mengajak masyarakat untuk melakukan pendekatan spiritual guna menghadapi fenomena alam ini. 

Wahyu mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan ikhtiar teknis dengan kekuatan doa.

"Kami juga meminta dukungan para alim ulama dan pesantren untuk menggelar doa bersama atau salat Istisqa sesuai ajaran agama, memohon agar kemarau ini tidak membawa bahaya yang lebih besar bagi warga Lampung," tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.