AS Klaim 2 Kapal Perusak Lintasi Selat Hormuz Untuk Bersihkan Ranjau Iran, IRGC Beri Bantahan Keras
Adi Suhendi April 12, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN  - Komando militer Amerika Serikat yang mengawasi Timur Tengah (CENTCOM) mengklaim dua kapal perusak telah melewati Selat Hormuz di saat Iran dan AS sedang bernegosiasi di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

CENTCOM menyebut dua kapal perusak masing-masing USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy telah melintasi Selat Hormuz dan beroperasi di Teluk Arab.

Mereka mengklaim beroperasinya dua kapal perusak AS di Teluk Persia sebagai bagian dari misi membersihkan ranjau laut yang dipasang militer Iran.

"Untuk memastikan selat tersebut sepenuhnya bebas dari ranjau laut yang sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)" kata Laksamana AS Brad Cooper dalam sebuah pernyataan dikutip dari Aljazeera, Minggu (12/4/2026).

Ia mengatakan pihaknya akan memastikan jalur pelayaran dunia tersebut aman dilewati kapal-kapal.

Baca juga: Negosiasi 21 Jam di Pakistan Gagal Hasilkan Kesepakatan, Iran Sebut Tuntutan AS Berlebihan

“Hari ini, kami memulai proses pembangunan jalur pelayaran baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas,” katanya.

Namun, klaim dari pihak AS tersebut dibantah pihak Iran.

Dilansir dari media Iran, presstv, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan seluruh ijin transit kapal menuju Selat Hormuz seluruhnya berada dalam kendali angkatan bersenjata Iran.

Baca juga: Muncul Plot Pembunuhan Para Negosiator Iran yang Tengah Berunding dengan AS di Pakistan

“Izin untuk transit kapal mana pun (di jalur perairan strategis) berada dalam wewenang Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari dalam sebuah pernyataan yang dirilis, Minggu.

Terpisah, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan menghadapi konfrontasi keras.

Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal militer akan memberikan tindakan tegas terhadap upaya melintasi Selat Hormuz.

Dalam sebuah pernyataan, pihak IRGC mengatakan bahwa mereka memiliki wewenang penuh, mengelola Selat Hormuz secara cerdas, dan hanya kapal sipil yang diizinkan untuk melewatinya berdasarkan peraturan khusus.

Pernyataan tersebut selanjutnya menekankan bahwa setiap laporan mengenai lewatnya kapal-kapal Amerika melalui Selat tersebut dibantah, dan setiap upaya kapal militer untuk melewatinya akan ditanggapi dengan tegas dan keras.

Selat Hormuz Dibahas Dalam Negosiasi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengungkap Selat Hormuz menjadi isu yang turut dibahas dalam negosiasi antara AS dan IRan di Islamabad, Pakistan.

Menurut dia isu Selat Hormuz yang dinilai Iran memiliki kompleksitas masalah tersendiri.

“Beberapa isu baru, seperti isu Selat Hormuz, ditambahkan ke dalam negosiasi ini, yang masing-masing memiliki kompleksitasnya sendiri,” kata Baqaei dilansir dari Tasnim.

Baqaei mengatakan, dalam berbagai situasi apa pun, pihaknya harus tetap mengedepankan hak dan kepentingan Rakyat Iran.

“Dalam situasi apapun, aparat diplomatik harus memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Iran,” ucapnya.

Selat Hormuz menjadi isu krusial dalam perang AS-Israel dengan Iran.

Perairan yang menjadi jalur energi dunia tersebut kini tidak bisa dilintasi sembarangan setelah Iran memberlakukan pengetatan di Selat Hormuz akibat serangan AS-Israel terhadap Teheran.

Akibatnya pasokan energi dunia dan perekonomian dunia terganggu akibat adanya pengetatan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Negosiasi AS-Iran selama 21 jam di Pakistan pun berakhir tanpa kesepakatan.

(Tribunnews.com/ Tasnim/ prestv/ aljazeera)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.