SURYA.co.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Rusia pekan ini untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Pertemuan tersebut akan membahas isu strategis global, termasuk energi dan dinamika geopolitik dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan keberangkatan Presiden Prabowo berlangsung dalam pekan ini. “Berangkatnya minggu ini. Dalam minggu ini,” ujarnya di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4/2026).
Saat ditanya apakah keberangkatan dilakukan besok, ia menjawab singkat, “(Besok) Iya, kan itu penjelasannya kan.”
Sugiono menilai pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia.
“Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia dan juga pasti membahas tentang situasi energi. Saya kira itu saja,” jelasnya.
Baca juga: Siapa Saiful Mujani? Viral Gegara Pernyataannya Soal Jatuhkan Prabowo, Begini Klarifikasinya
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan persiapan itu, meski belum merinci waktu pelaksanaan. “Kami sedang mempersiapkan pembicaraan. Kami akan mengumumkannya pada waktunya,” ucap Peskov.
Pertemuan ini dipandang penting karena berlangsung di tengah dinamika global yang menuntut kerja sama strategis antarnegara. Energi dan geopolitik menjadi isu utama yang akan dibahas kedua pemimpin.
Sejak dilantik sebagai Presiden RI ke-8 pada Oktober 2024, Prabowo tercatat melakukan 34 kali kunjungan kenegaraan. Lawatan terakhir dilakukan ke Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret 2026.
Prabowo menegaskan perjalanan dinas luar negeri bukan sekadar agenda seremonial.
“Makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” ujarnya dalam dialog bersama jurnalis dan pakar, Minggu (22/3/2026).
Ia mencontohkan kesepakatan Indonesia-Uni Eropa soal Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang baru berhasil setelah negosiasi panjang selama 10 tahun.
“Aku kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya,” katanya.
Baca juga: Alasan Presiden Prabowo Sebut Indonesia Aman jika Perang Dunia 3 Meletus, Singgung Rusia dan Ukraina
Prabowo juga menyebut kesepakatan perdagangan dengan Kanada yang memungkinkan barang Indonesia masuk dengan tarif 0 persen.
Menurutnya, dunia kini telah berubah menjadi geoekonomi, sehingga hubungan baik antarnegara menjadi keharusan. “Kalau anda hubungannya tidak baik, anda dapat tekanan macam-macam,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti kekayaan alam Indonesia yang sejak ratusan tahun lalu menjadi incaran negara lain.
“Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan banyak negara. “Kita anggota ASEAN, G20, OKI, dan banyak lagi. Kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus,” ujarnya.