Bina Remaja GMIM, Renungan 12-18 April 2026, Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihatnya
Chintya Rantung April 12, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bina Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), renungan dalam sepekan mulai 12 - 18 April 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Petrus 1:3-12.

Tema perenungan adalah Percaya Kepada Dia Sekalipun Kamu Tidak Melihatnya.

Khotbah:

kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, 

Kita menyadari bahwa kita sedang berada di tengah zaman yang berusaha menarik dan membawa kita supaya kita 
menjadi sarna dengan dunia ini.

Kita menjadi settle dengan semua ritme kehidupan yang ada dan mular menormalisasi semua yang dianggap norrnal oleh dunia ini, bahkannila hal itu bertentangan dengan firman Tuhan. 

Pembaca pertama surat Petrus ini adalah orang-orang pendatang yang tersebar di beberapa daerah yang disebutkan 
dalam surat ini layat I) yakni Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Britinia.

Istilah orang asing atau pendatang ini di dalam abad pertarna disebutkan sebagar orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan di mana dia tinggal, secara hukum orang asing atau pendatang ini dibatasi haknya, misalnya mereka tidak bisa membeli tanah, tidak bisa ikut dalam pengambilan suara, dan sebagainya. 

Karena mereka adalah pendatang, maka mereka juga tidak dapat hidup sesuai nilai kehidupan dan kebiasaan dari orang-orang setempat.

Mereka dianggap lemah, mengalami diskriminasi, mengalami fitnah, di mana hal-hal tersebut menjadi biasa dialami oleh jemaat yang adalah orang asing atau pendatang ini. 

Ketika Petrus menyebut mereka sebagai pendatang atau orang asing secara harafiah mereka adalah orang yang demikian. 

Situasi yang tidak nyaman dan tidak baik-baik saja yang dialami jemaat ini dipakai Petrus untuk mengajak mereka supaya melihat bahwa sesungguhnya sebagai orang Kristen mereka memang dan selalu adalah orang asing atau pendatang di tengah dunia ini.

Di mana pun mereka tinggal dan menetap, bahkan sekalipun mereka arialah warna negara di suatu tempat, sebagai orang Kristen mereka selalu adalah pendatang karena mereka berbeda dengan orang lain. 

The world isn't our home, but heaven is. Dunia ini, kata Billy Graham, bukanlah rumah kita. Surgalah rumah kita yang 
sebenarnya.

Sebagai pendatang dan orang asing, orang percaya memang seharusnya hidup berbeda dengan masyarakat di sekitar 
mereka.

Petrus mengajak mereka menerima bahwa mereka memang tidak seharusnya sama dengan dunia.

Penganiayaan dan penindasan menjadi sesuatu yang normal bagi mereka.

Maka Petrus melalui surat ini menguatkan orang-orang Kristen supaya mereka tidak menyesali panggilan sebagai orang Kristen, terlebih tidak menyesali iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. 

Petrus menguatkan mereka yang disebutnya sebagai orang-orang pilihan Allah (ayat 2).

Petrus menyadarkan jemaat bahwa kesulitan hidup memang akan menempel dalam hidup orang percaya sebagai 
orang-orang pilihan Allah ini.

Maka apa yang menjadi kekuatan dan pengharapan orang-orang pilihan ini adalah dalam status pendatang dan orang asing yang mereka miliki.

Dunia ini tidak akan pernah menerima orang percaya yang bukan berakar dari dunia ini. 

Sebagai orang-orang pilihan Allah, karena rahmat-Nya yang besar (ayat 3) menghidupkan kembali roh kita yang mati, 
memberikan hidup yang penuh pengharapan, memberikan bagian yang tidak dapat binasa (ayat 4), dan keselamatan yang telah tersedia bagi orang percaya (ayat 5).

Semuanya ini diberikan Allah kepada orang-orang pilihan-Nya meskipun mereka dalam penganiayaan dan tekanan di dunia. 

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, memang kita sudah menerima keselamatan dari 
Tuhan, kita bersama Tuhan dan Tuhan bersama dengan kita, tetapi kita menyadari bahwa hidup ini masih punya banyak 
kesulitan, penderitaan, dan berbagai masalah, tetapi nanti di zaman akhir (ayat 5) kita akan menerima keselamatan yang 
sempurna dalam segala kelimpahan berkat-Nya.

Ini yang Allah berikan kepada kita di dalam rahmat-Nya dan tidak ada yang bisa merampas hal ini.

Tidak ada yang bisa menggagalkan apa yang Allah telah sediakan bagi kita yang percaya. 

Oleh sebab itu respons yang tepat dari setiap orang percaya yaitu bersukacita dan bergembira di dalam Dia (ayat 6 dan 8), 
Dengan iman seperti itulah kita dapat menanggung penderitaan sebagai orang asing dan pendatang di dunia ini.

Petrus mengingatkan bahwa penderitaan di dunia ini singkat dan hanya seketika saja dibanding kekekalan yang akan diterima. 

Penderitaan itu sangat banyak macamnya, penderitaan itu adalah sebuah keharusan untuk membuktikan iman kita.

Hanya penderitaan yang dapat membuktikan iman kita kepada Tuhan dan melalui penderitaan itu Tuhan memberikan pujian, kehormatan, dan kemuliaan kepada kita.

Penderitaan memang mendatangkan pergumulan bagi kita, tetapi itu singkat dan punya tujuan. Oleh sebab itu bersukacita dan bergembiralah. 

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, kita memang adalah orang asing dan pendatang di 
dunia ini, kita berbeda dengan dunia ini dan memang harus hidup berbeda dari dunia.

Tetapi, Petrus mengingatkan kepada kita untuk hidup tetap sebagai orang asing dan pendatang di dunia dan siap 
menderita karena kita bukan bagian dari dunia ini.

Biarlah setiap pembina dan adik-adik remaja berani tampil beda, menjadi terang di tengah kegelapan, dan mengarahkan orang lain untuk datang kepada Yesus Kristus, Amin. 

Sumber: Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM edisi April-Mei 2026

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.