TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Gemulai gerak puluhan penari membius ratusan pasang mata yang memadati Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Melalui mahakarya bertajuk Sendratari The Tales of Karangbolong, pesona eksotis dan mistis pesisir pantai selatan Kabupaten Kebumen berhasil dihidupkan di ibu kota.
Pertunjukan budaya yang sarat makna ini disaksikan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah, serta paguyuban warga perantauan asal Kebumen.
Baca juga: Sekda Edi Rianto Andalkan 500 PNS Pensiun Tekan Belanja di Kebumen
The Tales of Karangbolong merupakan karya orisinal hasil buah pikir Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Mahakarya yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ini mengangkat epik legenda Pangeran Surti.
Dikisahkan dengan apik, sang pangeran berjuang mati-matian mencari sarang burung walet di tebing terjal pesisir selatan demi menyembuhkan permaisurinya dari kutukan.
Dalam pengembaraan magisnya, Pangeran Surti dibantu oleh Lutung Kasarung hingga akhirnya bersinggungan langsung dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul.
Menyaksikan epik sejarah daerahnya dikemas secara megah, Bupati Lilis Nuryani tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
"Sebagai seorang ibu, saya bangga melihat anak saya berkarya. Namun sebagai Bupati, saya melihat ini adalah bukti nyata potensi besar generasi muda Kebumen dalam mengemas budaya lokal secara segar, kreatif, dan modern," puji Lilis dalam sambutannya.
Keberhasilan pementasan ini berbanding lurus dengan geliat pariwisata di Kabupaten berslogan 'Beriman' tersebut.
Belakangan ini, tren kunjungan wisata ke pesisir selatan Kebumen mencatatkan rekor yang fantastis.
Pada momen Lebaran tahun ini, tingkat kunjungan wisata Kebumen menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, dengan tiga destinasi andalannya berhasil menembus daftar sepuluh besar wisata terpopuler.
Tak ingin kehilangan momentum, di hadapan para warga perantauan, Lilis Nuryani turut melempar undangan terbuka.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gelaran akbar 'Festival IWAKK Walet Emas 2026'.
Festival budaya dan ekonomi kreatif ini rencananya akan dihelat di Pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, pada 26 April 2026 mendatang.
Acara tersebut akan dimeriahkan dengan kirab budaya, pameran produk UMKM, hingga pesta kuliner khas daerah.
"Ini adalah wujud nyata dari slogan kita: Kebumen Berdaya, Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya," pungkas Bupati Lilis. (Ais)