Terminal Khusus CPO Akan Dibangun di Desa Doda Pasangkayu DKP Sulbar Cek Lokasi
Ilham Mulyawan April 12, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Terminal khusus (tersus) Crude Palm Oil (CPO) rencananya akan dibangun di Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat

Pembangunan ini mengacu pada kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengatur Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). 

Baca juga: Bukan 95 Tapi 55 ASN Pemprov Sulbar Dimutasi Berujung Permblokiran Akses Digital Oleh BKN

Baca juga: Adu Banteng Yamaha Vega vs Mobil Isuzu di Jl Trans Sulawesi Salugatta Mateng Pemotor Patah Tulang

Tujuannya memastikan aktivitas industri, seperti pelabuhan dan jalur pelayaran, tidak bertabrakan dengan kawasan konservasi maupun ruang hidup nelayan tradisional.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Sekretaris Daerah Provinsi, Junda Maulana, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar 
"Membangun Infrastruktur dan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup". 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen bahwa setiap kemajuan fisik harus berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem laut.

Terminal CPO di Desa Doda dirancang sebagai simpul logistik efisien yang akan mempercepat distribusi hasil produksi sawit dari kawasan industri menuju pasar domestik hingga internasional. Dengan terpangkasnya rantai logistik, biaya distribusi diharapkan dapat ditekan secara signifikan, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem dan Sosial

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, Sanusi menekankan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan zonasi yang telah ditetapkan. 

Dengan menginstruksikan Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan dan Pesisir Apriyadi bersama jajaran melakukan identifikasi lokasi rencana pemanfaatan ruang laut di Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (12/4/2026).

"Kami ingin memastikan bahwa lokasi pembangunan terminal khusus ini harus melalui kajian mendalam agar sesuai dengan zona peruntukannya. Prinsip kami jelas: industri harus tumbuh, tetapi hak-hak nelayan dan kelestarian kawasan konservasi adalah prioritas yang tidak boleh dikorbankan. Ini adalah wujud nyata dari tata kelola ruang laut yang bertanggung jawab," ujar Safaruddin.

Selain aspek teknis, keberadaan terminal ini diprediksi akan membawa multiplier effect bagi masyarakat pesisir. Mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan baru hingga peningkatan aktivitas ekonomi UMKM di sekitar lokasi proyek.

Komitmen Green Industry

Meski memacu pertumbuhan ekonomi, pelaku usaha diwajibkan menerapkan prinsip ramah lingkungan secara ketat. 

Hal ini mencakup pengelolaan limbah yang sistematis dan prosedur pencegahan pencemaran laut yang standar global. 

Keseimbangan antara profitabilitas industri dan kesehatan laut menjadi kunci utama keberlanjutan proyek ini.

Pengamat ekonomi kelautan menilai langkah Sulawesi Barat dalam membangun terminal khusus berbasis zonasi ini sebagai preseden positif bagi daerah lain. Dengan pengelolaan yang tepat, aktivitas industri tidak lagi dipandang sebagai ancaman bagi alam, melainkan sebagai mitra dalam pelestarian.

Melalui pembangunan Terminal CPO di Pasangkayu, Sulawesi Barat tidak hanya memperkuat sistem logistik nasional, tetapi juga membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dan kelestarian alam bisa berjalan beriringan di bawah payung ekonomi biru.

Manfaat Terminal Khusus: Mempercepat proses bongkar muat komoditas tertentu (seperti CPO) sehingga harga produk lebih kompetitif di pasar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.