Ditekuk Persijap, Bhayangkara FC Ajukan Protes Kepemimpinan Wasit
soni yuntavia April 12, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC harus menelan pil pahit setelah ditekuk oleh tuan rumah Persijap Jepara dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026

Berlaga di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara Sabtu (11/4/2026) malam, skuad The Guardians of Saburai harus pasrah pulang tanpa poin setelah mengalami kekalahan 1-2 dari tuan rumah.

Namun, laga panas yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial ini membuat manajemen Bhayangkara FC resmi melaporkan pengadil pertandingan tersebut ke Komite Wasit PSSI. 

Chief Operating Officer (COO) tim, Sumardji, mengatakan, menilai keputusan wasit yang banyak merugikan timnya, terutama di menit-menit akhir laga.

Pihaknya juga menyoroti dugaan handsball yang tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit yang diketahui bernama Eko Saputra.

"Kami melakukan protes keras terhadap keputusan wasit. Apalagi di menit akhir harusnya handsball, namun tidak dianggap," ujarnya, Minggu (12/4/2026). 

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan tambahan waktu yang dinilai tidak sesuai dengan waktu terhentinya pertandingan.  

"Tambahan waktu seharusnya disesuaikan dengan waktu berhenti, tapi faktanya tidak," tambahnya.

Sumardji pun menyayangkan keputusan wasit yang tidak menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR), terutama dalam situasi krusial.

"Pertandingan kali ini VAR tidak digunakan, padahal dalam situasi seperti ini seharusnya ada VAR," katanya.

Meski kecewa dengan kepemimpinan wasit, Sumardji tetap mengakui performa timnya belum maksimal. 

Ia menilai pemain kehilangan fokus di babak pertama sehingga kebobolan dua gol.

"Soal menang kalah itu hal yang wajar. Saya akui pemain di babak pertama kurang fokus, sehingga kami kebobolan dengan sangat mudah," ungkapnya.

Sumardji menuturkan, pihaknya juga telah mengajukan protes resmi, meski sempat terkendala tidak tersedianya formulir di lokasi pertandingan.

"Kami mengajukan protes, tapi form-nya tidak ada (di lokasi). Akhirnya kami diskusikan dan langsung kirim protes lewat email (ke Komite Wasit PSSI)," Jelas Sumardji.

Ia menegaskan, protes tersebut bukan terkait hasil akhir, melainkan kualitas kepemimpinan wasit di laga penting.

Kami tidak memprotes hasil. Kami hanya menyoroti kepemimpinan wasit. Pertandingan krusial seperti ini harus dipimpin dengan baik," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.