Sorot Isu RI Akan Chaos, Pengamat Ingatkan Elite Tidak Ciptakan Ketakutan di Tengah Masyarakat
Adi Suhendi April 12, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu yang memprediksi Indonesia akan mengalami 'chaos' pada Juli-Agustus 2026 menjadi sorotan.

Berdasarkan penelusuran, isu tersebut muncul dari pernyataan mantan Sekretaris BUMN Said Didu yang mengaku mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

Said Didu mengemukakannya dalam acara diskusi yang diunggah Edy Mulyadi di akun YouTube @BANGEDYCHANNEL, pada Minggu (22/3/2026).

Dalam acara diskusi tersebut Said Didu mengungkap kekhawatiran JK berkaitan dengan tekanan ekonomi dan situasi global.

Pengamat politik sekaligus Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, menilai pernyataan tersebut perlu disikapi dengan kehati-hatian, mengingat dampaknya dapat mempengaruhi persepsi publik dan stabilitas sosial.

Baca juga: Seskab Teddy Bantah Narasi yang Menyebut Indonesia Akan Chaos

Ia mengingatkan agar pernyataan elite tidak justru menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, terlebih ketika kondisi nasional dinilai dalam keadaan stabil.

“Jangan sampai negara yang stabil ini, negara yang aman ini justru dikomentari atau ditakuti-takuti dengan tuduhan-tuduhan soal (potensi chaos) Juli dan Agustus seperti itu,” kata Ujang Komarudin di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Menurut Ujang, penyebutan waktu yang spesifik terkait potensi kekacauan memperkuat kekhawatiran bahwa narasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

Baca juga: Defisit Fiskal di Depan Mata, Pemerintah Diminta Waspadai Kebijakan BBM

“Itu kan sesuatu yang sesungguhnya tidak berdasar, sesuatu yang tidak beralasan, sesuatu yang tentu ini bertentangan dengan kehendak kita semua, rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah kondisi global yang penuh tekanan, mulai dari geopolitik hingga energi, Indonesia justru berada dalam situasi yang relatif stabil dan terkendali.

“Di tengah katakanlah kelangkaan BBM di dunia. Nah, Indonesia kita saksikan hari ini masih nyaman, terkendali, dan masyarakat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

“Karena sejatinya menjaga keutuhan bangsa, menjaga persatuan bangsa, menjaga agar tidak chaos, agar tidak gaduh, itu menjadi sebuah kewajiban bagi kita semua rakyat Indonesia untuk memastikan Indonesia tetap aman, nyaman, damai, stabil,” ucap Ujang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami Chaos sangat keliru.

“Saya mau luruskan beberapa isu. Tadi ada pertanyaan, jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos ya. Pertama saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut Teddy situasi di Indonesia dalam keadaan terkendali.

Teddy mencontohkan di saat negara lain menaikan harga BBM akibat kondisi geopolitik global yang panas dengan berkecamuknya perang di Timur Tengah, pemerintah Indonesia tidak melakukannya.

“Yang ada adalah semuanya terkendali. Buktinya apa? Satu, di tengah konflik global dan dampak di Timur Tengah, perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta. Anda bisa lihat sendiri di negara tetangga dan negara sekitar,” katanya.

Data perekonomian Indonesia berdasarkan penilaian para ekonom, kata Teddy menunjukkan arah yang positif yang salah satu indikatornya adalah terjaganya daya beli masyarakat.

“Data perekonomian dari ekonom yang benar menunjukkan kita mengarah ke optimistis, daya beli masyarakat terjaga,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.