Renungan Minggu Hakim-hakim 2:6-23, Anugerah yang Tidak Masuk Akal
Alpen Martinus April 12, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca Alkitab setiap hari sangat dianjurkan bagi umat Tuhan Yesus.

Agar tubuh rohani kita terus bertumbuh.

Berikut renungan harian Kristen berjudul anugerah yang tidak masuk akal.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 12 April 2026, 1 Petrus 1:3, Pengharapan Kebangkitan Yesus Kristus

Bacaan Alkitab Hakim-hakim 2:6-23. 

Anugerah berarti sesuatu yang diberikan kepada kita yang tidak pantas menerimanya.

Misalnya, kita diberi keselamatan, padahal kita seharusnya binasa karena dosa kita.

Ternyata bukan saja anugerah Allah itu tidak pantas kita terima, tetapi juga sering kali tidak masuk akal.

Setelah Yosua dan para tua-tua meninggal, muncullah generasi yang tidak mengenal TUHAN dan perbuatan-Nya (10).

Mereka melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Ba'al dan para Astoret (11-13).

Murka TUHAN menyala-nyala terhadap orang Israel.

Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka ke dalam tangan musuh (13-14).

Bahkan, setiap kali mereka bergerak maju, tangan-Nya melawan mereka dan mendatangkan malapetaka atas mereka, sehingga mereka sangat terdesak (15).

Tentunya masuk akal ketika umat menyembah berhala, maka TUHAN menghukum mereka.

Namun, apabila kita perhatikan alur dari ayat 15 ke ayat 16, sebenarnya logikanya tidak masuk akal.

Ayat 15 menunjukkan betapa beratnya hukuman TUHAN atas mereka, seperti yang Ia peringatkan dengan sumpah kepada mereka.

Mungkin kita mengira, seharusnya ayat 16 menunjukkan hukuman yang akan TUHAN berikan?

Ternyata ayat 16 mengatakan, "Lalu TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu".

Penulis dengan sengaja menulis seperti ini untuk menunjukkan bahwa anugerah Allah memang tidak masuk akal.

Secara logika seharusnya yang Allah berikan adalah hukuman, apalagi ketika umat terus-menerus berzina (17).

Namun, ternyata apa yang Allah berikan terus-menerus adalah seorang hakim yang menyelamatkan umat dan belas kasihan bagi mereka yang merintih di bawah tekanan dan penindasan (18).

Kita perlu bersyukur kita memiliki Allah yang anugerah-Nya tidak masuk akal.

Ketika kita menderita akibat dosa kita sekalipun, belas kasihan-Nya tetap tersedia bagi kita.

Marilah sekarang kita hidup dengan lebih mengasihi Allah kita yang begitu luar biasa. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.