Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Pakistan Minta Kedua Pihak Tetap Jaga Gencatan Senjata
Elvera Kumalasari April 12, 2026 08:42 PM

- Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Minggu (12/4/2026), meminta Iran dan Amerika Serikat tetap berpegang pada komitmen gencatan senjata, menyusul mandeknya perundingan antara kedua negara.

Ia menyampaikan apresiasi kepada kedua pihak atas pengakuan terhadap upaya Pakistan dalam peran mediasi. Dar berharap Iran dan AS terus mempertahankan sikap konstruktif demi mewujudkan perdamaian jangka panjang di kawasan.

Dar juga mengucapkan terima kasih atas respons positif Iran dan AS terhadap ajakan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, untuk menghentikan konflik. Ia turut mengungkapkan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, ikut terlibat dalam proses pembicaraan.

Pakistan menegaskan akan terus berperan aktif menjembatani dialog antara Iran dan Amerika Serikat ke depan. Pernyataan ini muncul setelah delegasi Iran dan AS tidak berhasil mencapai kesepakatan meski telah berunding selama 21 jam di Islamabad.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyebut perbedaan pandangan masih terjadi pada beberapa isu utama. Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, menilai hasil tersebut lebih merugikan Iran.

Perundingan ini berlangsung setelah gencatan senjata bersyarat selama dua minggu disepakati, menjelang tenggat dari Presiden Donald Trump agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pasukan Iran akan menghentikan operasi pertahanan jika serangan terhadap negaranya dihentikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.