Penyebab 32 Kasus Kebakaran di Kendari Pada Awal 2026 Didominasi Korsleting Listrik-Tabung Gas
Apriliana Suriyanti April 12, 2026 08:45 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 32 kasus kebakaran terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) selama Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kendari, 32 kasus kebakaran ini terbagi ke empat dugaan penyebab.

Rinciannya yaitu tujuh kasus diduga karena Bahan Bakar Minyak (BBM), las listrik, petasan, kompor tabung gas, minyak, kayu tungku, dan obat nyamuk.

Lalu delapan kasus diduga akibat alang-alang, sampah, tumpukan kayu, hingga puntung rokok.

Kemudian 14 kasus diduga akibat korsleting listrik, dan tiga sisanya belum diketahui penyebabnya.

Kasus kebakaran paling banyak terjadi di Kecamatan Mandonga yakni tujuh kejadian.

Disusul Kecamatan Poasia dan Kecamatan Baruga sebanyak lima kasus.

Baca juga: Sinopsis The Infinite 10 Days, Drama China Terbaru Xiao Zhan dan Wei Da Xun

Masing-masing empat kasus di Kecamatan Kambu dan Kecamatn Puuwatu.

Selanjutnya tiga kasus di Kecamatan Kendari Barat, dua kasus di Kecamatan Kendari, serta masing-masing satu kejadian di Kecamatan Wua-Wua dan Kecamatan Kadia.

Kepala Seksi (Kasi) Kerjasama dan Publikasi Damkarmat Kendari, Martoyo menyebutkan, jumlah kebakaran paling tinggi terjadi pada Januari 2026.

"Jumlahnya 14 kejadian," katanya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Minggu (12/4/2026).

Kemudian delapan kasus pada Februari dan sepuluh kasus kebakaran lainnya pada Maret.

Dia mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran.

Baca juga: Daftar 12 Film Tayang Bioskop Kendari Sultra, Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? hingga Na Willa

Diketahui Kantor Dinas Damkarmat berada di Jalan Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Berjarak 8,4 kilometer atau 17 menit dari lokasi kebakaran di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia.

Sedangkan dari Kantor Balai Kota Kendari, Kantor Dinas Damkarmat hanya berjarak 700 meter atau dapat ditempuh dalam dua menit. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.