- Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, menilai statement Eks Wapres Jusuf Kalla (JK) soal potensi chaos pada Juli-Agustus 2026 perlu disikapi dengan kehati-hatian.
Ujang Komarudin menilai bahwa statement itu bisa mempengaruhi persepsi publik dan stabilitas sosial.
“Oleh karena itu, Pak JK juga mesti bijak dalam konteks membuat pernyataan dan menyikapi kondisi sosial politik yang ada,” ujar Ujang di Jakarta, Minggu (12/4).
Ia mengingatkan agar pernyataan elite tidak justru menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, terlebih ketika kondisi nasional dinilai dalam keadaan stabil.
“Jangan sampai negara yang stabil ini, negara yang aman ini justru dikomentari atau ditakuti-takuti dengan tuduhan-tuduhan soal (potensi chaos) Juli dan Agustus seperti itu,” lanjutnya.
Ujang juga menyoroti bagaimana ada deadline waktu yang spesifik soal kekacauan yang justru memperkuar kekhawatiran bahwa narasi itu tidak memiliki dasar yang jelas.
Lebih jauh, Ujang juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan di balik pernyataan tersebut, meskipun ia menegaskan hal itu tidak dapat dipastikan.
“Kita juga tidak tahu kalau misalkan Pak JK ada kepentingan lain, misalkan terkait dengan bisnisnya atau usahanya. Kita tidak tahu,” ucapnya.
“Dalam konteks itu saya melihatnya bahwa Pak JK mungkin saja punya agenda lain, bisa saja punya kepentingan lain yang kita tidak tahu di belakangnya. Apakah ada kepentingan terkait dengan bisnisnya, apakah ada kepentingan terkait dengan soal hasrat politiknya, itu kan menjadi sesuatu yang kita tidak tahu,” sambungnya.
Ujang pun mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan.