TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita memutuskan membatalkan rencana pernikahannya hanya seminggu sebelum hari pelaksanaan setelah calon suaminya diketahui berselingkuh.
Keputusan tersebut diambil setelah pria yang akan dinikahinya tertangkap basah bersama wanita lain di rumah yang sebelumnya telah mereka rencanakan untuk ditempati setelah menikah.
Dikutip dari Mstar.com, Minggu (12/4/2026), dalam sebuah unggahan di platform X, wanita tersebut mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui perselingkuhan itu secara tiba-tiba melalui telepon dari kakak calon suaminya.
Informasi tersebut membuatnya terkejut sekaligus terpukul, mengingat seluruh persiapan pernikahan telah hampir rampung.
Ia menjelaskan bahwa calon suaminya tertangkap basah sedang bersama wanita lain di rumah yang akan mereka tinggali setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
Peristiwa tersebut menjadi pukulan besar baginya, terutama karena terjadi menjelang hari bahagianya.
“Mantan saya ketahuan selingkuh. Tidur dengan perempuan lain. Kamu paham tidak perasaan saya saat tiba-tiba kakaknya menelepon memberi tahu bahwa dia tertangkap basah di rumah, rumah yang kami rencanakan untuk ditempati setelah menikah,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat dirinya menceritakan kejadian tersebut kepada sahabatnya, respons yang diterima justru mengejutkan. Sahabatnya mengaku telah mengetahui perilaku calon suaminya sejak tahun sebelumnya.
“Saat saya memberi tahu sahabat saya, dia mengatakan bahwa perilaku itu sudah terjadi sejak tahun lalu. Ternyata dia pernah melihat mantan saya berjalan sambil berpelukan dengan perempuan lain, tetapi dia tidak pernah memberi tahu saya,” ungkapnya.
Menurut pengakuan wanita tersebut, sahabatnya tidak menyampaikan informasi itu karena menganggap hal tersebut bukan urusannya. Hal itu membuatnya merasa semakin kecewa, terlebih ia telah mengeluarkan banyak biaya untuk persiapan pernikahan.
Ia mengaku telah berhemat dan mengalokasikan berbagai kebutuhan demi menyelenggarakan acara pernikahan tersebut. Namun, kenyataan yang terjadi membuatnya menyesali seluruh pengorbanan yang telah dilakukan.
“Saya sudah menghabiskan uang untuk semua persiapan ini. Saya sudah berhemat demi acara ini, padahal sebenarnya saya bisa menghindari semua ini sejak awal,” tulisnya.
Wanita tersebut menggambarkan perasaannya seperti mengalami pengkhianatan ganda, baik dari calon suaminya maupun dari sahabatnya sendiri. Ia menyebut merasa seperti “ditikam dari belakang dua kali” akibat kejadian tersebut.
Meski mengaku telah berusaha melupakan mantan calon suaminya, ia mengaku masih kesulitan menerima sikap sahabatnya. Ia bahkan menyatakan tidak ingin lagi menjalin komunikasi dengan sahabat tersebut.
“Saya sudah tidak peduli lagi dengan laki-laki itu. Tetapi ini sahabat saya sendiri. Saya tidak ingin berbicara dengannya lagi,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian berpendapat bahwa sahabatnya mungkin berada dalam posisi sulit dan tidak ingin terlibat dalam konflik yang berpotensi memperburuk keadaan.
Beberapa warganet menyebut bahwa dalam situasi tertentu, orang yang mencoba memberi tahu justru berisiko disalahkan atau dianggap memiliki niat buruk. Hal tersebut membuat sebagian orang memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan hubungan orang lain.
Namun, ada pula warganet yang menilai bahwa seorang sahabat sejati seharusnya bersikap jujur, terutama dalam hal yang menyangkut masa depan temannya. Mereka berpendapat bahwa keterbukaan merupakan bentuk kepedulian dan upaya melindungi dari dampak yang lebih besar.
Peristiwa ini pun menjadi perbincangan luas di media sosial, sekaligus memunculkan beragam pandangan mengenai peran dan tanggung jawab seorang sahabat dalam menghadapi situasi serupa.
(cr31/tribun-medan.com)