TRIBUNNEWS.COM - Jakarta Pertamina Enduro sukses melewati ujian mental yang melelahkan saat berhadapan dengan Jakarta Electric PLN.
Dalam duel sengit yang dihelat di GOR Sritex Arena, Solo, tim besutan Bulent Karslioglu menyudahi perlawanan Electric PLN lewat kemenangan dramatis lima set dengan skor 3-2 (25-22, 25-22, 21-25, 18-25, 15-8).
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang bagaimana sebuah tim mampu bangkit dari tekanan setelah keunggulan mereka disamakan.
Di balik kemenangan tersebut, muncul sosok Irina Voronkova sebagai motor semangat tim.
Irina memberikan efek positif bagi performa pemain lokal, terutama sang libero andalan, Nurlaili Kusumah Diningrat.
Peran pemain asing seringkali diukur dari pundi-pundi poin, namun bagi Nurlaili, Irina Voronkova memberikan lebih dari itu.
Kehadiran bintang asal Rusia tersebut mampu membangkitkan gairah tim di saat-saat paling terpuruk.
Ketika Pertamina Enduro kehilangan momentum di set ketiga dan keempat, Irina tampil sebagai pemimpin yang menarik rekan-rekannya untuk bangkit.
Nurlaili, yang mengenakan jersey nomor #99, mengakui bahwa situasi tertekan sempat mengguncang mentalitasnya.
Namun, kepemimpinan Irina menjadi pemicu utamanya untuk tampil all out.
"Ngaruh banget sih (situasi kecolongan). Dan Irina kan ngebawa banget (memimpin) tim kan. Terus teman-teman lainnya juga saling memotivasi. Jadi oke, aku harus bantu juga nih," ungkap Nurlaili saat ditemui Tribunnews di tepi lapangan GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (12/4/2026).
Stabilnya performa Nurlaili di set kelima menjadi salah satu faktor penentu.
Seolah menjadi tembok yang sulit ditembus, ia berulang kali menyelamatkan bola-bola sulit yang dilancarkan lawan.
Motivasi untuk tidak mengecewakan orang-orang terdekat menjadi bahan bakar utamanya untuk tetap fokus meski fisik sudah mencapai batas.
Baca juga: Hasil Final Four Proliga: Drama Lima Set! JPE Menang Tipis dari JEP, Tiket Grand Final Belum Disegel
"Ngedown pasti, cuma dipikir lagi kalau kita harus menang karena tidak mau mengecewakan fans, keluarga, dan temen-temen satu tim. Jadi pokoknya kita all out lah di lapangan," tegasnya dengan penuh keyakinan.
Kematangan mental Nurlaili terlihat jelas pada masa penentuan. Ia menegaskan tidak ada kata menyerah selama bola masih melayang di udara.
"Karena kita di poin-poin kritis ya, jadi bola gimanapun, kemanapun, kalau touch ball aku ambil," tambah Nurlaili mengenai aksi konsistennya di lapangan.
Di tengah jadwal kompetisi yang padat dan cuaca yang tidak menentu, Nurlaili memiliki cara tersendiri untuk menjaga performanya agar tetap stabil.
Menariknya, tidak ada rahasia rumit atau treatment medis khusus yang ia jalani. Disiplin pada kebutuhan dasar tubuh adalah kuncinya.
"Lebih ke jaga makan, jaga pola tidur. Apalagi sekarang cuaca sering berubah. Tidur aja yang cukup," pungkasnya sembari tertawa.
(Tribunnews.com/Niken)