El Nino Godzilla Bisa Guncang Produksi Pangan Lampung 
soni yuntavia April 12, 2026 09:38 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Ancaman fenomena iklim ekstrem yang dijuluki El Nino Godzilla pada 2026 tidak hanya menjadi isu cuaca, tetapi berpotensi mengguncang stabilitas harga pangan nasional, terutama jika produksi di Lampung terganggu.

Pemerintah Provinsi Lampung mulai mengantisipasi dampak serius tersebut, mengingat peran strategis daerah ini sebagai salah satu pemasok utama beras nasional. Dengan produksi gabah mencapai 3,2 juta ton atau setara 1,7 juta ton beras per tahun, Lampung memiliki surplus sekitar 900 ribu ton yang disalurkan ke luar daerah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa gangguan kecil saja pada sektor pertanian bisa memicu efek berantai pada ekonomi.

“Jika produksi jagung turun, harga pakan naik, lalu harga ayam dan telur ikut terdorong. Ini bisa menekan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak El Nino diperkirakan mulai terasa pada Mei 2026, dengan puncak kemarau ekstrem terjadi pada Juli hingga September.

Situasi ini berisiko mengganggu tidak hanya produksi pangan, tetapi juga distribusi dan kestabilan harga di berbagai daerah yang bergantung pada pasokan dari Lampung.

Untuk meredam potensi krisis, Pemprov Lampung menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti percepatan perbaikan irigasi, distribusi pompa air, hingga optimalisasi embung dan sumur bor di wilayah rawan kekeringan.

Selain itu, petani didorong mempercepat masa tanam dan menggunakan varietas benih tahan kekeringan guna menjaga produktivitas di tengah cuaca ekstrem.

Upaya lain juga menyasar potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperparah gangguan produksi. Pemerintah akan meningkatkan patroli dan pemantauan titik panas, serta membuka opsi rekayasa cuaca jika kondisi semakin ekstrem.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan bahwa langkah antisipasi ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar peringatan, tetapi kondisi yang harus dihadapi dengan kebijakan konkret. Stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada keputusan hari ini,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap Lampung tetap mampu menjaga perannya sebagai penyangga pangan nasional, sekaligus menekan dampak kenaikan harga yang dapat dirasakan hingga ke tingkat konsumen.

( Tribunlampung.co.id ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.