BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok artis Aldi Taher kini sedang jadi sorotan imbas usaha Aldi's Burger.
Satu di antara yang bikin mantan suami Dewi Perssik itu viral adalah jargon "Semua Milik Allah".
Jargon itu belakangan viral seusai digaungkan Aldi Taher di berbagai kesempatan ternyata sempat mendapat sorotan dan teguran dari salah satu ustaz.
Aldi Taher justru memberikan jawaban yang sangat rendah hati dan mengaku telah melakukan tabayun (klarifikasi) dengan pemuka agama tersebut.
Ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026), Aldi menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat buruk dengan jargon tersebut.
Baca juga: 1 Kebiasaan Syifa Hadju yang Dibatasi Jelang Nikahi El Rumi, Calon Mantu Maia dan Dhani Takut Rontok
Baca juga: Larang Ameena Berbaju Seksi, Atta Halilintar Sentil Pengaruh Artis Korea, Suami Aurel Jelaskan Ini
Baginya, kalimat itu adalah pengingat diri agar tidak terjerumus dalam sifat sombong.
Aldi Taher menegaskan bahwa komunikasinya dengan sang ustaz berjalan dengan sangat baik.
Ia bahkan menyebutkan bahwa sang ustaz telah mengklarifikasi masalah tersebut di media sosial setelah mereka berbincang lewat pesan singkat.
"Oh iya, alhamdulillah sudah tabayun juga. Pak Ustaz juga sudah mengklarifikasi, sudah screenshot chat saya sama beliau," terang Aldi Taher saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu malam (11/4/2026).
"Beliau bilang masya Allah kalau orang dikasih tahu adem begini, insya Allah adem Indonesia," lanjut Aldi Taher.
Mantan suami Dewi Perssik itu menyadari bahwa mungkin penyampaiannya sebelumnya dianggap kurang lengkap sehingga menimbulkan salah paham.
Ia kemudian menjelaskan makna mendalam di balik kalimat yang selalu ia ucapkan itu.
"Waktu itu mungkin belum lengkap, saya lengkapi di sini ya. Saya bilang waktu itu, stres milik Allah, bingung milik Allah. Kita diuji, siapa yang menguji? Allah," ucapnya.
"Saya pun suka overthinking, pas lagi kerja suka stres, nah saya kembalikan ke Allah, minta perlindungan. Gitu poinnya," jelas pria yang kini aktif berbisnis burger itu.
Bagi Aldi, mengakui bahwa stres dan kebingungan adalah "milik Allah" artinya mengakui bahwa segala ujian datang dari Sang Pencipta, sehingga satu-satunya jalan keluar adalah kembali berlindung kepada-Nya.
Meski sempat menuai pro dan kontra, Aldi mengaku akan terus menggunakan jargon tersebut.
Ia merasa jauh lebih aman mengakui segala hal sebagai milik Tuhan daripada merasa memiliki sesuatu karena kekuatan diri sendiri.
"Insya Allah tetap digunakan. Kalau saya nggak gunakan kata-kata 'Semua Milik Allah', takabur saya, Mbak. Semua cuma titipan Tuhan," tuturnya.
Di akhir penjelasannya, Aldi Taher kembali menunjukkan sisi rendah hatinya.
Ia enggan disebut sebagai ahli agama atau orang pintar, melainkan hanya orang biasa yang sedang berjuang mencari nafkah.
"Saya mah orang biasa, Aldi Taher tukang obat. Tapi saya nggak ada niat jelek. Saya cuma mau bilang kalau kita lagi capek atau stres nyari pekerjaan, berlindunglah kepada Allah, karena yang menguji Allah," tutupnya.
Kesaksian manajer cabang usaha Burger Aldi Taher, kondisi 20 karyawan dibeberkan.
Pernah berkarier sebagai aktor bahkan penyanyi, nama Aldi Taher belakangan disorot usai banting stir jadi pengusaha.
Ia terjun ke bidang usaha kuliner dengan meluncurkan bisnis Aldi's Burger.
Siapa sangka, berkat siasat promosi unik yang gencar dilakukan Aldi, usaha miliknya itu laris manis.
Pesanan dari konsumen pun membludak bahkan membuat para karyawannya kewalahan.
Sejak dibuka pada Januari 2026, jumlah peminat Aldis Burger terus meningkat.
Terkini, dalam sehari jumlah pesanan bisa mencapai ribuan.
Akibatnya, 20 karyawan Aldi's Burger harus bekerja dengan ritme yang lebih tinggi dari biasanya.
Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap pesanan tetap terlayani baik.
Gamma Atletika, Store Manager Aldi's Burger mengungkap kondisi tuntutan kerja para pekerja di Aldi's Burger. Ia mengatakan, tuntutan kerja meningkat seiring tingginya antusiasme pembeli.
"Customer antusias, kami harus bekerja ekstra," kata Gamma di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dikutip dari TribunTangerang.com, Kamis (9/4/2026).
Dalam sehari, timnya bisa memproduksi hingga 4.000 sampai 5.000 burger.
Jumlah tersebut menuntut kesiapan tenaga dan fokus yang tinggi dari seluruh karyawan.
"Dari Januari 2026 sampai sekarang, kami bisa memproduksi 4.000 sampai 5.000 burger per hari," kata Gamma.
Meski harus bekerja di bawah tekanan karena banyaknya pesanan, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama.
Untuk itu, proses produksi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
"Kami menjaga kualitas produksi, kalau terlalu cepat, kualitas produknya juga nggak bagus," jelasnya.
Di tengah padatnya aktivitas dapur, perhatian juga datang dari Aldi Taher.
Aldi Taher memberikan pesan khusus ke para karyawan agar tetap menjaga kondisi tubuh.
"Pesan owner, harus tetap jaga kesehatan, vitamin juga sudah disediakan, tidur cukup," kata Gamma.
Karyawan juga diingatkan untuk menjaga waktu istirahat di tengah jadwal kerja yang padat.
Hal ini penting agar performa tetap optimal dalam menghadapi lonjakan pesanan.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)