SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Aktivitas tambang pasir di sepanjang Sungai Ogan wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel dikhawatirkan memicu longsor.
Kekhawatiran masyarakat ini semakin menjadi di saat curah hujan di Ogan Ilir sedang tinggi.
Seperti dikemukakan seorang warga di Kecamatan Tanjung Raja bernama Arbi.
Menurutnya, ada sejumlah tambang pasir yang beroperasi di kecamatan tersebut.
"Tambang pasir di Tanjung Raja bukan hanya satu atau dua, tapi cukup banyak. Semuanya beroperasi di tepi Sungai Ogan," kata Arbi kepada Sripoku.com, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Polemik Tambang Pasir, Kades Bailangu Timur Muba Diserang Keponakan, 3 Orang Terluka
Dengan meningkatnya curah hujan, maka arus sungai semakin deras dan debit air meningkat.
"Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengikis tanah yang memang sudah tereksploitasi oleh aktivitas tambang pasir," ujar pria yang juga aktivis lingkungan ini.
Ia meminta aparat penegak hukum maupun otoritas terkait dapat melakukan pencegahan bencana.
Salah satunya dengan menertibkan tambang pasir atau setidaknya membatasi operasional, khususnya tambang-tambang yang beraktivitas persis di tepi sungai.
"Jangan sampai ketika terjadi bencana alam, baru ada gerakan. Kalau longsor besar, jalan nasional yang dekat sungai bisa ambles," tutur Arbi.
Sementara aparat kepolisian berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait aktivitas tambang pasir di Ogan Ilir.
"Itu ranahnya Pidsus Satreskrim. Nanti akan ditindaklanjuti terkait laporan masyarakat tersebut," kata Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Kompol Herman Ansori, dihubungi terpisah.