Luas Panen Jagung Maluku 2025 Naik 17,34 Persen, Tapi Produksi Justru Turun
Mesya Marasabessy April 12, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pada periode Januari hingga Desember 2025, luas panen jagung pipilan di Provinsi Maluku mencapai 2,63 ribu hektare.

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku mencatat akan tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,39 ribu hektare atau 17,34 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 2,24 ribu hektare. 

Hasil ini disampaikan Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, berdasarkan hasil survei terbaru meraka menggunakan metode survei KSA. 

Menurutnya, puncak panen jagung pipilan 2025 sama halnya dengan tahun 2024 yang terjadi pada Maret, dengan luas panen sebesar 0,87 ribu hektare pada Maret 2025. 

Puncak panen jagung pada Maret 2025 relatif lebih tinggi 0,11 ribu hektare (14,81 persen) dibandingkan Maret 2024.

Luas panen jagung hasil Survei KSA Jagung Tahun 2024-2025 terdiri dari (3) tiga jenis panen yaitu: panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan. 

Luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 2,63 ribu hektare. 

Di sisi lain, luas panen hijauan dan luas panen muda pada 2025 masing-masing sebesar 0,69 ribu hektare dan 2,14 ribu hektare. 

“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA 28 % ) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 9,38 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 0,88 ribu ton atau -8,59 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 10,26 ribu ton,” tulis Maritje Pattiwaellapia.  

Produksi JPK-KA 28 % tertinggi pada 2025 dan 2024 terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar 2,84 ribu ton pada Maret 2025 dimana mengalami penurunan sebesar 1,34 ribu ton atau sebesar -31,99 persen dibanding dengan Maret 2024 yang sebesar 4,18 ribu ton. 

Jika produksi JPK-KA 28 % dikonversikan ke jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA 14 % ), produksi JPK-KA 14 % sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 6,93 ribu ton, atau mengalami penurunan sebesar 0,65 ribu ton (-8,59 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 7,58 ribu ton.

Baca juga: Wujudkan Kepedulian Sosial, TP PKK Provinsi Maluku Gelar Aksi Pengobatan Gratis di Ambon

Baca juga: PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

Penjelasan Teknis

Metode KSA dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengestimasi luas panen jagung berdasarkan pengamatan yang objektif (objective measurement). 

Pendataan KSA jagung dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Provinsi DKI Jakarta. 

Secara nasional, metodologi KSA untuk komoditas jagung menggunakan 21.979 sampel segmen lahan berbentuk bujur sangkar berukuran 100 m×100 m (1 hektare) dengan lokasi yang tetap. 

Setiap bulan, masing-masing sampel segmen diamati secara visual di empat titik dengan menggunakan HP berbasis android sehingga dapat diamati kondisi pertanaman jagung di sampel segmen tersebut (persiapan lahan, fase vegetatif, fase reproduktif, fase panen, potensi gagal panen, lahan pertanian bukan jagung, atau lahan bukan pertanian). 

Hasil amatan kemudian difoto dan dikirimkan ke server pusat untuk diolah. 

Luas panen yang dihasilkan dari pendataan KSA Jagung meliputi luas panen hijauan, luas panen muda, dan luas panen pipilan. 

Luas panen tanaman jagung di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan. 

Sementara itu, untuk luas panen tanaman jagung di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada (tidak dikoreksi dengan besaran konversi galengan).

Produktivitas per Hektare

Estimasi angka produktivitas jagung diperoleh dari Survei Ubinan. 

Pengumpulan data produktivitas melalui Survei Ubinan dilakukan setiap Subround (4 bulanan), sehingga penghitungan produksi jagung setiap bulannya menggunakan angka produktivitas pada Subround yang bersesuaian. 

Pengolahan data ubinan untuk mendapatkan angka produktivitas dilakukan berbasis web dan software untuk pengecekkan data pencilan (outlier) sehingga dapat meningkatkan kualitas data yang dihasilkan.


Produksi Jagung Pipilan Kering

Produksi jagung tongkol kering panen diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. 

Hasil produksi jagung tongkol kering panen kemudian dikonversi menjadi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen dan 14 persen berdasarkan hasil Survei Konversi Jagung yang dilakukan pada 2020 (SKJG 2020).

Status Angka

Hasil pengamatan Survei KSA pada bulan berjalan dapat digunakan untuk mengestimasi potensi luas panen jagung pipilan selama tiga bulan ke depan. 

Potensi luas panen jagung pipilan selama tiga bulan ke depan diperkirakan berdasarkan fase standing crops dari amatan KSAbulan berjalan. 

Sebagai catatan, angka produksi jagung pipilan kering 2024-2025 merupakan angka tetap. 

Sementara itu, angka potensi produksi jagung Januari-Maret 2026 merupakan angka sementara karena masih mengandung potensi luas panen (Januari-Maret) dan menggunakan rata-rata produktivitas Subround | 2024-2025. 

Oleh karena itu, angka luas panen dan produksi jagung Januari-Maret 2026 dapat berubah setelah diperoleh angka realisasi luas panen hasil Survei KSA periode Januari-Maret dan angka realisasi produktivitas hasil Survei Ubinan Subround I (Januari-April) 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.