Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penantian panjang itu akhirnya terbayar. Anwar Mustafa (68), warga Lingkar Barat, Kota Bengkulu, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur saat mengetahui dirinya akan berangkat haji tahun 2026.
Perjalanan menuju Tanah Suci bagi pensiunan PNS ini bukanlah hal singkat.
Ia mendaftar haji sejak November 2013 dan harus menunggu lebih dari satu dekade.
“Saya daftar November 2013. Jadi lebih kurang 12 tahun baru berangkat tahun 2026 ini,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Minggu (12/4/2026).
Awalnya, Anwar hanya masuk dalam kategori cadangan.
Namun, peluang itu akhirnya terbuka.
“Cadangan. Tapi Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini,” katanya.
Kesempatan berangkat yang datang lebih cepat dari perkiraan menjadi kebahagiaan tersendiri.
Terlebih, ia akan berangkat bersama anaknya, menggantikan sang istri yang telah wafat pada Oktober 2025 lalu.
“Berangkat bersama anak saya, karena istri saya sudah meninggal. Maka digantikan oleh anak saya yang tertua,” ujarnya.
Bagi Anwar, perjalanan ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang harapan.
“Semoga kami nanti lancar dalam melaksanakan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga merasakan manfaat dari penurunan biaya haji tahun ini.
“Dengan biaya yang lebih ringan, kami jadi lebih siap. Rasanya lebih tenang untuk berangkat,” ucapnya.
Biaya Turun di Tengah Tekanan Global
Kisah Anwar menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan penurunan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 berdampak langsung bagi jemaah.
Di tengah kenaikan biaya global, terutama sektor penerbangan akibat lonjakan harga avtur, pemerintah justru menurunkan biaya haji sebesar Rp2 juta per jemaah.
Penurunan ini menunjukkan bahwa dana haji yang selama ini disetorkan jemaah tidak hanya tersimpan, tetapi dikelola sehingga memberikan nilai manfaat yang membantu menekan biaya.
Nilai Manfaat Tekan Biaya Jemaah
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bengkulu, Ramadan Subhi, mengatakan dampak kebijakan tersebut sudah dirasakan langsung oleh jemaah di daerah.
“Untuk Bengkulu, setoran pelunasan jemaah saat ini sekitar Rp20,7 juta sampai Rp20,8 juta,” ujarnya.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp22,7 juta.
Menurut Ramadan, penurunan ini tidak terlepas dari nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji yang membantu menekan biaya yang harus dibayarkan jemaah.
Ia menegaskan bahwa kewenangan penentuan biaya haji berada di pemerintah pusat, termasuk pengelolaan dana oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Yang jelas saat ini yang harus dibayar oleh jemaah itu segitu. Alhamdulillah pemerintah bisa menekan biaya, sehingga setoran pelunasan turun dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Jemaah Bengkulu Siap Berangkat
Sementara itu, seluruh proses pelunasan jemaah haji Kota Bengkulu telah rampung.
Saat ini, jemaah tinggal menunggu jadwal masuk asrama sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jemaah Bengkulu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) embarkasi Padang dengan jadwal masuk asrama sebagai berikut:
23 April 2026 (kloter 2)
25 April 2026 (kloter 3)
26 April 2026 (kloter 4)
27 April 2026 (kloter 5)
“Kesiapan kita sekarang tinggal perlengkapan jemaah, salah satunya pembagian tas,” ujar Ramadan.
Dana Terjaga, Manfaat Terasa
Penurunan biaya haji di tengah tekanan global menjadi indikator bahwa pengelolaan dana umat berjalan ke arah yang lebih baik.
Dana yang selama ini disetorkan jemaah tidak hanya terjaga, tetapi juga dikelola untuk menghasilkan nilai manfaat yang kembali ke jemaah dalam bentuk biaya yang lebih ringan.
Bagi jemaah seperti Anwar, manfaat itu kini terasa nyata, bukan hanya dalam angka, tetapi juga dalam ketenangan saat bersiap menuju Tanah Suci.
Perjalanan panjang yang dimulai sejak 2013 itu kini bermuara pada satu tujuan, menunaikan ibadah dengan penuh harap dan keyakinan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini