SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kaderisasi dinilai sebagai sebagai kunci penting bagi partai politik dalam menyiapkan calon pemimpin untuk masa depan. Dibutuhkan langkah strategis guna membangun sistem kaderisasi kepemimpinan yang lebih terstruktur, terukur dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan pengurus DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim disela peluncuran Korps Trainer Akademi Pemimpin Indonesia (API) pada Sabtu (11/4/2026) di Surabaya.
Program ini juga digagas seiring target politik PKS yang tinggi untuk Pemilu mendatang.
Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana, menegaskan, tantangan politik ke depan menuntut lahirnya calon pemimpin yang tidak hanya siap secara kapasitas, memainkan juga dipersiapkan melalui sistem yang matang.
Sehingga, calon pemimpin harus betul-betul dipersiapkan.
“Karena itu, kaderisasi tidak boleh berjalan alami tanpa arah, tetapi harus dirancang dengan sistem yang kuat,” ujar Bagus dalam penjelasannya kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: PKS Jatim Mulai Konsolidasi Internal demi Pasang Target Tinggi di Pemilu
Korps Trainer API yang dibentuk ini disebut memilik peran penting di internal PKS.
Korps ini akan menjadi motor penggerak dalam proses pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas kader PKS di seluruh Jawa Timur.
Melihat besarnya target PKS Jatim pada Pemilu mendatang,
Bagus menegaskan pentingnya peran Korps Trainer API ini.
Dari penjelasan sebelumnya, PKS membidik 12 kursi DPRD Jatim serta 8 kursi DPR RI.
Ini merupakan target jumbo bagi PKS.
Bagus menjelaskan, target politik mendatang tentu saja membutuhkan banyak calon pemimpin.
Mulai dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk kebutuhan manajer daerah pemilihan, pengurus hingga tingkat desa, serta saksi di puluhan ribu TPS.
“Semua harus melalui proses kaderisasi yang sistematis,” jelasnya.
Baca juga: Soal Jamkrida Jatim Fraksi PKS Minta Evaluasi Sebelum Terima Suntikan Modal
Ketua BPPKP DPW PKS Jatim, Puguh Wiji Pamungkas menjelaskan, peluncuran Korps Trainer API tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Wilayah beberapa waktu lalu.
Yakni menekankan pentingnya penguatan sistem pelatihan kepemimpinan.
“Kita ingin membangun ekosistem trainer yang kuat. Karena trainer adalah kunci dalam mencetak pemimpin yang tangguh dan siap menghadapi tantangan,” ujar Puguh dalam penjelasan yang sama.
Puguh yang juga Anggota DPRD Jatim ini mengatakan, melalui Akademi Pemimpin Indonesia, PKS Jatim akan fokus pada penguatan tiga kelompok utama, yakni pengurus partai, pejabat publik dan calon pejabat publik.
Ketiganya akan dibekali dengan kurikulum kepemimpinan yang terstruktur dan berbasis kebutuhan organisasi. “Targetnya adalah melahirkan pemimpin yang bersih, peduli, profesional dan memiliki jiwa kenegarawanan,” ungkap Puguh.