TRIBUNKALTARA.COM - Menjelang duel Como vs Inter Milan di Liga Italia Serie A, pelatih Cesc Fabregas kantongi 4 faktor yang bisa menjegal Nerazzurri.
Pekan 32 Liga Italia Serie A akan menjadi pertandingan penting yang dilalui Como 1907 dalam ambisi menembus zona Liga Champions di 4 besar klasemen.
Untuk mewujudkan misi tersebut, klub asuhan Cesc Fabregas itu terlebih dahulu perlu menjegal Sang Capolista, Inter Milan.
Duel Como vs Inter Milan berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (13/4/2026) pukul 01.45 WIB.
Berdasarkan papan klasemen, Como 1907 memang berada di bawah Inter Milan dengan selisih 14 poin.
Tetapi, klub yang dimiliki pengusaha Indonesia itu mempunyai sejumlah keunggulan yang membuat mereka bisa menjegal Nerazzurri.
Baca juga: Prediksi Como vs Inter Milan di Liga Italia Serie A, Melawan Tabu Nico Paz
Inter akan datang ke markas Como 1907 dengan ambisi menjauh dari kejaran Napoli dalam perburuan Scudetto.
Apalagi, Napoli baru saja tertahan dengan skor 1-1 di markas Parma, yang membuat Inter Milan masih tetap di jarak aman.
Sementara ini, Inter Milan unggul 6 angka dari Napoli.
Namun jika klub asuhan Cristian Chivu itu gagal menang melawan Como 1907, maka jarak 6 poin bakal terasa dekat.
Pelatih Cesc Fabregas sebenarnya mengantongi 4 faktor penting untuk membuat Como 1907 menjegal ambisi Inter Milan.
Berikut 4 faktor yang dimiliki pasukan Cesc Fabregas:
1. Superior di Kandang Sendiri
Bersama Cesc Fabregas musim ini, Como 1907 menjadi tim yang superior di kandang sendiri.
Terbukti Como hanya menderita 2 kekalahan dari 16 penampilan di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Bahkan dalam 4 laga kandang terakhir, Como tak terkalahkan.
Bermain di kandang sendiri sangat memberikan energi positif bagi Como, terutama saat melibas Pisa 5 gol tanpa balas.
Ini jadi keuntungan besar bagi Como, terutama melawan Inter Milan yang sedang dalam tekanan menjelang akhir musim.
Berkaca pada pertemuan terakhir kedua tim di markas Como, Nico Paz berhasil menahan imbang tanpa gol Inter Milan pada semifinal leg pertama Coppa Italia, bulan lalu.
Pengalaman itu menjadi modal penting bagi Cesc Fabregas untuk membaca permainan Inter Milan dan memberikan kejutan bagi Cristian Chivu.
2. Tren Positif Tanpa Kekalahan Beruntun
Como sedang dalam performa bagus dengan menyapu 6 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Itu menunjukkan konsistensi tinggi yang dijalani Nico Paz dkk, termasuk kemenangan penting melawan tim-tim besar
Sejak dipermalukan Fiorentina di kandang sendiri tepat di hari Valentine, Como 1907 langsung tancap gas.
Pasukan Cesc Fabregas melibas Juventus, Lecce, Cagliari, AS Roma, dan Pisa, lalu menahan imbang Udinese.
3. Lebih Percaya Diri
Tuan rumah dalam kondisi percaya diri tinggi menjelang laga kontra Inter Milan.
Kepercayaan diri itu didapat berkat hasil meyakinkan melawan tim besar yang menjadi rival Inter Milan dalam perburuan Scudetto.
AC Milan misalnya, telah merasakan sulitnya menghadapi permainan anak asuh Cesc Fabregas dengan skor akhir 1-1.
Lalu Napoli yang juga dipaksa bermain imbang di kandang sendiri saat menghadapi Como 1907.
Sedangkan AS Roma, Juventus, dan Lazio tak berdaya dengan permainan Nico Paz dkk.
Hasil tersebut menambah kepercayaan diri dan kematangan Como 1907 menghadapi Inter Milan.
"Kami harus datang dengan kerendahan hati dan percaya bahwa kami mampu melakukannya," tegas Cesc Fabregas sebelum melawan Inter.
Baca juga: 4 Fakta Kekalahan Memalukan AC Milan dari Udinese, Leao Dituding Biang Kerok
4. Inter Milan tanpa Lautaro
Ini adalah faktor lain yang menguntungkan Como 1907, yakni absennya bomber Nerazzurri, Lautaro Martinez.
Tanpa Lautaro Martinez, Inter Milan tampil kurang meyakinkan di depan gawang.
Barisan penyerang pengganti juga tak bisa banyak diharapkan, lantaran sering mengalami kebingungan.
Saat Lautaro Martinez absen, Nerazzurri hanya menang satu kali dari 4-5 pertandingan, dengan rata-rata gol yang sangat rendah (kurang dari 1 gol per laga).
Kehilangan Lautaro Martinez bukan cuma berkurangnya serangan, tapi Inter Milan bermain tanpa sosok pemimpin.
Nicolo Barella yang dipercaya mengemban tugas sebagai wakil kapten juga kerap tampil inkonsistensi.
Memang pekan lalu Barella bermain apik dengan mencetak gol. Tetapi saat itu Lautaro Martinez hadir di lapangan.
Bagi Como 1907, situasi ini bisa dimanfaatkan dengan menutup seluruh ruang gerak Marcus Thuram dan Pio Esposito agar mereka tampak kebingungan dalam mencari peluang.
Meski demikian, Cesc Fabregas memilih rendah hati terkait absennya Lautaro Martinez.
Ia menolak absennya top skor sementara Liga Italia Serie A itu sebagai sebuah keuntungan untuk Como 1907.
"Ketidakhadirannya bukanlah keberuntungan bagi kami. Keberuntungan kami adalah para suporter dan para pemain kami sendirim" kata Cesc Fabregas.
Juru taktik 38 tahun itu menegaskan timnya selalu berusaha mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin menghadapi situasi apapun.
"Kadang-kadang kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik, tetapi Inter Milan harus dihormati.
Kami harus memiliki rasa hormat, tapi tanpa rasa takut," ungkap mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea ini.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)