Kemenangan telak yang diraih Manchester City di kandang Chelsea, Minggu (12/4/2026) jelas membuat Arsenal patut was-was di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris.
Posisi Arsenal sebagai pemuncak klasemen dipastikan tidak aman, setelah Manchester City menang telak atas Chelsea.
Berlangsung di Stamford Bridge, Manchester City berhasil mempermalukan Chelsea dengan skor telak, 0-3.
Sempat bermain lamban dan tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama, Manchester City menggila di paruh kedua.
Tiga gol dari tiga pemain berbeda mampu dicetak oleh Manchester City ke gawang Chelsea yang dijaga Robert Sanchez.
Nico O'Reilly, Marc Guehi dan Jeremy Doku mencetak satu gol yang memenangkan Manchester City dalam laga ini.
Kemenangan atas Chelsea jelas menyalakan kembali harapan Manchester City bersaing di jalur juara musim ini.
Tambahan tiga poin kini membuat Manchester City memangkas jarak poin mereka dengan Arsenal menjadi enam angka.
Dengan koleksi 64 poin, peluang Manchester City untuk mengejar poin Arsenal yang sudah berjumlah 70 angka, kian terbuka.
Apalagi Manchester City masih punya satu tabungan laga sisa, dan pada laga selanjutnya, akan bermain melawan Arsenal di kandang sendiri.
Jika mampu memanfaatkan satu tabungan laga sisa tersebut untuk meraih kemenangan, lalu Manchester City bisa mengalahkan Arsenal pada laga berikutnya di kandang sendiri.
Maka, The Citizens secara tidak langsung bakal menyamai jumlah poin Arsenal setelah sama-sama memainkan 33 laga.
Dengan menyisakan lima laga lagi setelahnya, Manchester City jelas punya kesempatan untuk kembali menikung Arsenal di jalur juara akhir musim ini.
Berbekal pengalaman sama pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, Manchester City tentu ingin mengulangi momen bersejarah pada dua musim tersebut pada musim ini.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama dimulai, Chelsea selaku tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.
Pada menit keenam, Chelsea mendapat peluang emas pertamanya lewat Cole Palmer.
Sayang, tembakan Cole Palmer setelah menerima umpan Pedro Neto, hanya melenceng dari sisi kanan gawang Manchester City.
Tak berselang lama, gantian Joao Pedro yang mengancam lini pertahanan The Citizens lewat pergerakannya.
Lagi-lagi, peluang tersebut mentah, setelah tembakan Joao Pedro mampu diblokir bek tim tamu dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Permainan Chelsea cukup efektif dalam memborbardir lini belakang Manchester City di 15 menit pertama, meski belum membuahkan gol.
Pada menit ke-16, Chelsea bahkan sempat mampu mencetak gol pemecah kebuntuan lewat Marc Cucurella.
Sayang sekali, Cucurella sudah dinyatakan offside terlebih dahulu, sebelum menceploskan bola ke jala gawang Manchester City.
Gol Cucurella yang dianulir pun tidak membuat Chelsea kehilangan intensitas dalam menyerang Manchester City.
Gantian Pedro Neto yang beraksi melewati Mathias Nunes di sudut sempit, sebelum melepaskan tembakan yang dimentahkan Donnarumma.
Setelah keluar dari tekanan Chelsea, Manchester City mencoba mulai bermain agresif lewat sisi sayap.
Jeremy Doku dan Antoine Semenyo menjadi dua figur utama yang diandalkan Manchester City untuk mengekspos lini belakang Chelsea.
Pengawalan ketat yang dilakukan Fofana dan Hato terhadap Haaland membuat bola yang mengarah kepadanya selalu mentah.
Setelahnya, laga antara Chelsea vs Manchester City berlangsung kian ketat.
Momen jual beli serangan mewarnai pertarungan sengit kedua tim di atas lapangan.
Di sisi Chelsea, Estevao menjadi salah satu pemain yang tidak terlihat perannya pada babak pertama.
Tidak banyak peluang yang diciptakan oleh Chelsea dan Manchester City pada interval menit 30 s/d 45.
Manchester City baru mendapatkan peluang emas pertamanya lewat Semenyo pada akhir laga babak pertama.
Sayang, tembakan yang ia lepaskan dari tepi kotak penalti, hanya melesat tipis di sebelah kanan tiang gawang tuan rumah.
Babak pertama berakhir, skor imbang tanpa gol mewarnai berlangsungnya laga Chelsea vs Manchester City di Stamford Bridge.
Babak kedua dimulai, Manchester City gantian langsung bermain agresif di awal pertandingan.
Pep Guardiola selaku pelatih tampaknya sudah mempelajari kekurangan dari permainan timnya di paruh pertama.
Ryan Cherki yang menjadi aktor utama serangan Manchester City tampak bermain lebih berani ketika menyerang.
Strategi Guardiola pun membuahkan hasil, para pemainnya mampu mengeksploitasi kelemahan lini belakang Chelsea.
Enam menit laga babak kedua berlangsung, gol pemecah kebuntuan akhirnya mampu dicetak oleh Manchester City.
Berawal dari pergerakan ciamik yang dilakukan Ryan Cherki di sisi kiri pertahanan Chelsea.
Eks pemain Lyon langsung melepaskan umpan silang yang disambut Nico O'Reilly lewat sundulan yang tak bisa dijangkau oleh Sanchez.
Tak berselang lama, Manchester City mampu memanfaatkan momentum laga, dengan mencetak gol kedua menit ke-57.
Lagi-lagi, Ryan Cherki menjadi pioner utama terciptanya gol kedua Manchester City.
Kali ini, Ryan Cherki menemukan posisi Marc Guehi yang berada di ruang kosong, sesaat setelah tendangan sudut dieksekusi.
Marc Guehi yang lepas dari jebakan offside pun tanpa kesulitan menjebol jala gawang Chelsea.
Unggul dua gol hanya dalam waktu singkat seakan menjatuhkan mental Chelsea yang bermain lebih baik di babak pertama.
Manchester City pun kembali memperlebar kedudukan, setelah Jeremy Doku memanfaatkan kesalahan fatal Moises Caicedo di menit ke-68.
Di sisa laga yang ada, berbagai pergantian yang dilakukan Chelsea gagal membuahkan hasil.
Sementara, Manchester City kian nyaman dengan keunggulan yang mereka dapatkan di babak kedua.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, kemenangan dengan skor 0-3 diraih Manchester City di kandang Chelsea.