Seiring Meningkatnya Kompetisi Internasional, Imigrasi Siapkan Layanan Atlet Asing
Putri Annisa Maharani April 13, 2026 02:33 AM

PERBASI
Ditjen Imigrasi menyiapkan layanan khusus untuk mempermudah administrasi atlet asing yang akan datang ke Indonesia.

BOLASPORT.COM - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyiapkan layanan khusus untuk mempermudah proses administrasi atlet asing yang datang ke Indonesia. Kemajuan olahraga tidak hanya ditentukan di lapangan.

Ditjen Imigrasi ingin memastikan para atlet dan pelaku olahraga internasional mendapat pengalaman yang cepat, ramah, dan profesional sejak pertama kali tiba di pintu masuk Indonesia.

Seperti diketahui kompetisi olahraga nasional di Indonesia memang telah mengandalkan pemain asing untuk meningkatkan daya saingnya.

Mulai dari Super League di sepak bola, Indonesian Basketball League di basket hingga Proliga di bola voli yang memakai lebih dari satu pemain asing di setiap timnya.

Bahkan musim ini Super League memperbolehkan klub mengontrak 11 pemain asing walau hanya 7 orang yang dapat dimainkan bersamaan dan hanya 9 yang dibawa ke pertandingan.

Adapun IBL menerapkan kebijakan baru tahun ini dengan klub boleh mengontrak tiga pemain asing dan memainkannya secara bersamaan di lapangan.

Sedangkan untuk Proliga, ada dua pemain asing yang bisa direkrut dan diturunkan.

Banjirnya pemain asing di dunia olahraga Indonesia sudah diantisipasi Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Hendarsam Marantoko.

Saat menyaksikan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Hendarsam mengungkapkan Imigrasi Indonesia mendukung sepenuhnya kemajuan olahraga tanah air.

Pemain asing yang bermain di kompetisi profesional olahraga Indonesia akan mendapat kemudahan dalam proses pengurusan administrasi.

"Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga," ujar Hendarsam.

"Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi."

Untuk memudahkan pelayanan kepada atlet asing yang bertanding atau bermain di Indonesia, Hendarsam bakal membuat terobosan baru.

Akan hadir tim khusus yang mempermudah proses administrasi. Selain olahraga, dua bidang lain juga mendapat perhatian yakni seni-budaya dan sains.

"Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi."

"Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains. Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang."

"Oleh karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk mempermudah proses-proses tersebut."

"Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik."

"Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa," kata Hendarsam menambahkan.

Kemudahan yang akan diberikan Ditjen Imigrasi antara lain mereka tidak lagi perlu antre saat tiba di bandra, lalu ada proses pengurusan administrasi yang dipermudah melalui aplikasi.

"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga. Dengan begitu, para atlet tidak perlu mengalami kesulitan dalam proses administrasi," ucap Hendarsam.

"Contoh paling konkret, kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre."

"Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya."

"Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati, dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia."

"Jika mendapat kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna, namun tetap memiliki fungsi pengawasan."

Meski ada kemudahan bagi olahragawan, memastikan pengawasan Ditjen Imigrasi tidak akan kendor terhadap atlet asing yang bekerja di Indonesia.

"Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat."

"Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan," ucap Hendarsam menambahkan.

Tim khusus yang akan dibentuk untuk olahraga ini juga akan menangani event-event dunia yang digelar di Indonesia.

Seperti diketahui Indonesia saat ini banyak dipercaya menggelar turnamen olahraga kelas dunia.

Contohnya MotoGP Mandalika dan yang akan digelar pada 18 April mendatang, Clash of Legends di mana Ronaldo dan Alessandro Del Piero bakal bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Tim ini akan segera terbentuk. Sebenarnya sudah ada tim yang menangani hal ini, tetapi saya ingin membuatnya lebih spesifik dan fokus pada sektor olahraga."

"Kegiatan olahraga ini tidak pernah berhenti—selalu ada event setiap tahun. Dalam waktu dekat juga akan ada event karate, kemudian otomotif, dan lainnya."

"Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi."

"Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak," tukas Hendarsam.

Gebrakan Dirjen Imigrasi ini disambut semringah oleh Sekjen DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Nirmala Dewi.

Dengan kemudahan ini, Perbasi sangat terbantu. Terlebih ada banyak juga event bola basket internasional yang akan dilangsungkan di Indonesia.

Indonesia sudah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah FIBA U-16 Women’s Asia Cup 2027 dan FIBA U-17 Women’s World Cup 2028.

Kompetisi antarnegara lainnya yang akan berlangsung di Tanah Air adalah FIBA U-18 Asia Cup 2028 dan FIBA U-19 World Cup 2029.

"Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket."

"Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton."

"Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain."

"Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket," kata Nirmala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.