AKSI Vaksinasi Massal di Mendoyo, Terjunkan 6 Tim Geruduk Wilayah Zona Rabies
Anak Agung Seri Kusniarti April 12, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah menjadwalkan vaksinasi rabies massal di Jembrana mulai, Senin (13/4) hari ini. Selain menyasar daerah zona merah rabies, petugas juga bakal menyasar daerah pesisir di wilayah Gumi Makepung. 

Sebab, daerah pesisir disinyalir menjadi tempat pembuangan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing paling banyak saat ini. Anjing liar berpotensi sangat besar menyebabkan kasus virus rabies.

Menurut data yang berhasil diperoleh, total kasus hewan positif rabies hingga April 2026 ini tercatat sebanyak 21 kasus. Jumlah tersebut tersebar di berbagai kecamatan yang didominasi atau kasus terbanyak ada di Kecamatan Mendoyo. 

Baca juga: BALI Jadi Barometer Keamanan Internasional, Kapolda: Stabilitas Jadi Fondasi Utama

Baca juga: DEMI Upah 2 Juta Jadi Kurir Sabu 2 Kg, Mantan Napi Terancam Penjara Seumur Hidup!

Sementara untuk periode Maret dan April kemarin, tercatat ada tambahan enam kasus hewan positif rabies baru. Rinciannya, di Kecamatan Pekutatan dan Melaya masing-masing satu kasus dan Kecamatan Mendoyo dan Negara masing-masing dua kasus.

"Mulai besok (hari ini, red) kami lakukan vaksinasi massal. Terutama menyasar wilayah zona merah yaitu di Kecamatan Mendoyo," jelas Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Minggu (12/4). 

Dia menyebutkan, untuk mempercepat proses vaksinasi rabies tersebut, pihaknya menerjunkan sedikitnya enam tim vaksinator. Rinciannya empat tim eksternal serta dua tim reguler (dokter hewan dari Dinas semua Kecamatan). Tim eksternal fokus menyasar zona merah, dan tim reguler melakukan vaksinasi di wilayah yang cakupannya masih rendah. 

"Kita sebar tim yang ada, namun tetap fokusnya di wilayah zona merah. Misalnya besok di Pohsanten kemudian Penyaringan dan lainnya. Kami harap partisipasi dari masyarakat untuk membantu sukseskan vaksinasi sebagai upaya menekan angka kasus semakin tinggi," terangnya. 

Selain di wilayah zona merah, kata dia, nantinya tim vaksinator juga menyasar wilayah pesisir yang belakangan ini menjadi daerah rawan jadi lokasi pembuangan hewan penular rabies (HPR). Baik anjing maupun kucing. Sehingga, ketika menemukan anjing liar kita langsung berikan vaksinasi untuk menekan atau mencegah penularan kasus. 

"Kita sasar juga wilayah yang dianggap rawan jadi lokasi tempat pembuangan hewan penular rabies," jelasnya. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.