4 Fakta Kekalahan Memalukan AC Milan dari Udinese, Leao Dituding Biang Kerok
Cornel Dimas Satrio April 12, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak 4 fakta kekalahan memalukan AC Milan dari Udinese di Liga Italia Serie A, Rafael Leao dituding biang kerok, eksperimen Massimiliano Allegri berantakan.

Hasil memalukan didapat AC Milan pada giornata 32 Liga Italia Serie A, Minggu (12/4/2026).

Menjamu Udinese di Stadion San Siro, AC Milan tak berdaya dengan skor akhir 0-3.

Bahkan di babak pertama, AC Milan sudah tertinggal dua gol melalui kesalahan Davide Bartesaghi menit 27 dan sundulan Jurgen Ekkelenkamp sepuluh menit kemudian.

Klub berjulukan Rossoneri itu semakin tertunduk setelah Arthur Atta menutup kemenangan Udinese dengan skor 3-0.

Sorotan paling mencolok mengarah ke Rafael Leao. Penyerang AC Milan tersebut tampil mengecewakan meski dipercaya bermain sejak menit awal.

Sejumlah peluang bagus gagal dimaksimalkan pemain asal Portugal itu, yang membuat AC Milan kehilangan taring di depan gawang.

BIANG KEROK - Ekspresi Rafael Leao ketika AC Milan dipermalukan Udinese dengan skor 0-3, pada giornata 32 Liga Italia Serie A, di Stadion San Siro, Minggu (12/4/2026). Ia dituding sebagai biang kerok kekalahan memalukan Rossoneri di kandang sendiri.
BIANG KEROK - Ekspresi Rafael Leao ketika AC Milan dipermalukan Udinese dengan skor 0-3, pada giornata 32 Liga Italia Serie A, di Stadion San Siro, Minggu (12/4/2026). Ia dituding sebagai biang kerok kekalahan memalukan Rossoneri di kandang sendiri. (acmilan.com)

Baca juga: Klasemen Liga Italia Hari Ini usai Juventus Tekuk Atalanta dan AC Milan Merana di San Siro

Dari 8 upaya yang diciptakan Rafael Leao, semuanya tak ada yang mengenai sasaran.

Akibatnya, saat ditarik keluar pada menit ke-77 digantikan Ruben Loftus-Cheek, seluruh stadion San Siro memberikan sorakan dan ejekan untuk Rafael Leao.

4 Fakta Kekalahan AC Milan dari Udinese

Meskipun Rafael Leao bermain buruk, tak adil rasanya menaruh sumber kekesalan terhadap satu pemain saja.

Setidaknya ada 4 fakta kekalahan memalukan AC Milan dari Udinese:

1. Eksperimen Gagal Allegri

Pada laga ini, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri dengan percaya diri melakukan eksperimen.

Allenatore asal Italia itu mengubah formasi dari yang biasanya 3-5-2 menjadi 4-3-3.

Di atas kertas, taktik ini tampaknya akan membuat Rossoneri tampil lebih menyerang dan agresif ketimbang menerapkan 5 gelandang.

Di lapangan, terbukti benar AC Milan mendominasi penguasaan bola dengan 63 persen dan melepaskan 20 tembakan.

Namun sayangnya Rossoneri tak bermain efektif.

Allegri lupa Udinese adalah tim yang bisa mengejutkan dengan serangan klinis.

Terbukti Udinese bermain lebih efektif dengan mengemas 3 gol cuma dari 12 tembakan ke gawang Mike Maignan.

Pada formasi 4-3-3, Allegri memainkan Rafael Leao sebagai penyerang tengah hingga menit 77.

Sayangnya, Rafael Leao kesulitan mengemban peran tersebut karena penjagaan ketat yang dilakukan para pemain Udinese.

Sedangkan Christian Pulisic, Alexis Saelemaekers, maupun Christopher Nkunku juga tak bisa berbuat banyak untuk AC Milan.

2. Kekalahan Beruntun AC Milan

Hasil tersebut menjadi kekalahan beruntun AC Milan di Serie A yang sebelumnya kalah dari Napoli.

Alhasil, harapan Scudetto yang sempat digaungkan Rossoneri praktis pupus.

Alih-alih berharap Scudetto, kini AC Milan harus cemas mempertahankan posisi tiga besar klasemen Liga Italia Serie A sementara. Mengingat  karena tim di belakang mulai mendekat.

Pasukan Allegri mengoileksi 63 poin dari 32 penampilan, unggul 3 angka dari Juventus.

3. Menderita 3 Kekalahan di Kandang Sendiri

Musim ini, AC Milan telah menderita 5 kekalahan di Liga Italia Serie A.

Dari 5 kekalahan tersebut, 3 diantaranya terjadi di San Siro.

Parahnya lagi, tiga kekalahan ini justru didapat Rossoneri saat menjamu tim yang relatif lebih lemah di papan klasemen.

Di awal musim, AC Milan sudah dikejutkan dengan kekalahan 0-1 dari tim promosi Cremonese.

Lalu pada bulan Februari lalu, AC Milan dipermalukan tim yang berjuang untuk lolos dari zona degradasi, Parma.

4. Kekalahan Besar Tanpa Gol Balasan

Ini merupakan kekalahan besar pertama AC Milan tanpa gol balasan.

Rossoneri tidak mampu mencetak satu gol pun meski bermain di depan pendukung sendiri.

Sebenarnya San Siro selalu memberi keuntungan tersendiri bagi AC Milan.

Kekalahan besar tanpa gol balasan di kandang sendiri sudah lama tak dirasakan AC Milan.

Kali terakhir Rossoneri mengalaminya saat dipermalukan Inter Milan 3 gol tanpa balas pada Februari 2021.

Sedangkan secara keseluruhan, kekalahan telak tanpa gol balasan terakhir kali diderita AC Milan pada musim 2022/2023.

Saat itu, Rossoneri takluk 0-4 dari Lazio di Olimpico.

(*)

(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.