Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Minuman alami sering dianggap sebagai pilihan sehat oleh masyarakat.
Salah satunya air tebu, yang kerap dikonsumsi karena dianggap menyegarkan dan menyehatkan.
Namun, di balik itu, ada fakta yang perlu diperhatikan, terutama bagi penderita diabetes.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus pendiri komunitas Sobat Diabet dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.TH, Dip.SN, DCD, FINASIM, FRSPH, IDF-F, mengingatkan bahwa tidak semua yang alami berarti aman.
“Ada sih kebiasaan yang dianggap sehat sama masyarakat, tapi ternyata itu justru dia mungkin memperburuk diabetesnya itu. Minum air tebu,” ujarnya ditemui usai acara Beat Diabetes 2026, yang mengangkat topik Remisi Diabetes melalui Gaya Hidup Sehat yang diselenggarakan Tropicana Slim, Minggu (12/4/2026).
Meski berasal dari bahan alami, air tebu tetap mengandung gula dalam jumlah tinggi.
“Minum air tebu. Iya, itu kan dari alami kan, dibilang sehat. Tapi itu gulanya juga tinggi,” jelasnya.
Hal ini membuat air tebu berpotensi memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.
Baca juga: Bukan Faktor Keturunan, Gaya Hidup Buruk Tingkatkan Risiko Diabetes Hingga 8 Kali Lipat
Banyak masyarakat mengaitkan kata “alami” dengan “sehat”.
Padahal, kandungan nutrisi tetap harus diperhatikan.
Tidak semua makanan atau minuman alami cocok untuk semua kondisi kesehatan.
Menurut dr. Rudy, yang terpenting adalah memahami porsi dan kandungan.
Bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Di tengah maraknya minuman dan makanan viral, masyarakat perlu lebih kritis.
“Makanan viral kan belum tentu sehat,” pungkasnya.
Kesadaran ini menjadi kunci agar tidak terjebak pada pola konsumsi yang justru merugikan kesehatan. (*)