TRIBUNNEWS.COM - Klasemen Liga Inggris musim 2025/2026 dipastikan kian bergejolak setelah menggelar sembilan laga seru di pekan ke-32.
Dimulai dari persaingan Arsenal dan Manchester City di jalur juara Liga Inggris.
Hasil berkebalikan yang didapatkan kedua tim pada pekan ini, otomatis mengubah arah perburuan gelar juara.
Arsenal secara mengejutkan kalah tragis saat menjamu Bournemouth di Stadion Emirates, Sabtu (11/4/2026) lalu.
Bertindak sebagai tuan rumah, Arsenal justru menjadi pecundang setelah kalah dengan skor 1-2 melawan Bournemouth.
Kekalahan dari Bournemouth pun membuat Arsenal membuang momentum untuk bisa unggul 12 poin di klasemen.
Ya, Arsenal bisa saja memperlebar jarak poin mereka dengan Manchester City menjadi 12 angka, jika menang atas Bournemouth.
Hanya saja kenyataannya, Arsenal kena mental, dan malah kalah melawan Bournemouth di momen kritis.
Arsenal yang awalnya berkesempatan unggul 12 poin, justru berbalik tekanan, setelah Manchester City baru saja menang.
Kemenangan yang diraih Manchester City saat mengalahkan Chelsea dengan skor 0-3 e, benar-benar mengubah arah perburuan gelar juara lagi.
Bagaimana tidak, Manchester City yang awalnya terancam ketinggalan 12 poin.
Kini justru bisa memangkas jarak poin dengan Arsenal menjadi enam angka saja di jalur juara.
Peluang Manchester City untuk menjuarai Liga Inggris otomatis kembali terbuka, setelah hasil yang tersaji di pekan ke-32.
Fakta bahwa Manchester City masih punya satu tabungan laga sisa, jelas menyalakan harapan The Citizens bersaing di jalur juara.
Situasi kian berpihak kepada Manchester City, karena mereka akan menjamu Arsenal di Stadion Etihad, pada laga berikutnya.
Andai bisa mengalahkan Arsenal di Stadion Etihad pada akhir pekan depan, Manchester City kembali mengikis gap poin dengan rivalnya.
Persaingan antara Arsenal dan Manchester City pun secara tidak langsung kembali sengit pada akhir musim.
Jikalau Manchester City mampu memaksimalkan satu tabungan laga yang mereka miliki untuk meraih kemenangan.
Maka, jumlah poin Arsenal dan Manchester City bakal sama, tepat di kala kompetisi masih menyisakan lima laga sisa.
Lima laga sisa itulah yang akan menjadi momen penentu kedua tim mengunci gelar juara Liga Inggris akhir musim ini.
Sementara itu, di zona Liga Champions, Liverpool mampu meraih tiga poin vital, saat mengalahkan Fulham (2-0) di Stadion Anfield.
Kemenangan atas Fulham tersebut jelas terasa sangat berharga bagi Liverpool untuk bisa mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Liverpool yang mengoleksi 52 poin, kini masih berhak menempati posisi lima besar, tepat dibawah Aston Villa yang mengoleksi 55 angka, setelah hanya bisa bermain imbang melawan Nottingham Forest dengan skor 1-1, tadi malam.
Dengan menyisakan enam laga lagi, peluang Liverpool untuk mengunci posisi di zona Liga Champions sangat terbuka.
Tim besutan Arne Slot hanya perlu mengunci posisi mereka di pos lima besar saja, yang menjadi batas aman zona Liga Champions.
Tottenham Terbenam di Zona Degradasi
Dikala tim big six lain bersaing memperebutkan gelar ataupun posisi di zona Liga Champions pada akhir musim ini.
Berbeda jauh dengan Tottenham Hotspur alias Spurs yang justru malah berjibaku dengan ancaman zona degradasi.
Ya, tim yang dulunya diperkuat pemain sekelas Harry Kane hingga Son Heung-min itu di ambang zona merah musim ini.
Kekalahan terbaru yang diderita Tottenham saat dipermalukan Sunderland dengan skor 1-0, tak hanya mencoreng debut Roberto De Zerbi sebagai pelatih baru The Lilywhites.
Melainkan, kekalahan tersebut juga membuat Tottenham masuk zona merah, dengan menempati urutan ke-18.




















Dengan raihan 30 poin dari 32 laga, Tottenham yang awalnya berada di posisi ke-17, harus turun satu tingkat, setelah West Ham menang besar atas Wolves di pekan yang sama.
Dengan menyisakan enam laga lagi, nasib Tottenham akan ditentukan oleh hasil yang mereka dapat di sisa laga tersebut.
Jika tidak bisa bangkit, Tottenham terancam turun kasta ke Divisi Championship musim depan, bersama Burnley dan Wolves.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)