TRIBUNKALTIM.CO - Apakah boleh puasa Syawal digabungkan dengan puasa Senin Kamis?
Menurut para Ulama, seperti dilansir dari dari bali.kemenag.go.id, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah.
Ini disebabkan karena puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis memiliki kesamaan dalam jenis dan bentuk ibadahnya, yaitu keduanya sama-sama berupa ibadah puasa sunah.
Sehingga puasa Syawal dan puasa Senin Kamis boleh digabung dan dilakukan secara bersamaan.
Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah April 2026, Lengkap Kalender Penanggalan Islam, Sampai Kapan Bulan Syawal?
Terkait menggabungkan puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis, Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab l'anatut Thalibin mengatakan:
"Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal.
Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya. Ini seperti bersedekah kepada famili yang niat sedekah dan silaturrahmi."
Oleh karena itu jika seseorang hendak berpuasa Syawal dan kebetulan bertepatan dengan hari Senin atau hari Kamis, maka boleh berniat dua puasa sekaligus, yaitu puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis.
Dengan demikian, orang yang menjalankannya akan mendapatkan pahala puasa Syawal dan pahala puasa hari Senin atau hari Kamis.
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan mulai dari 2 Syawal.
Banyak umat Muslim yang berusaha menyempurnakan ibadah Ramadan dengan menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, karena keutamaannya yang besar.
Pada tahun 2026, Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
Dengan demikian, bulan Syawal berlangsung hingga sekitar pertengahan April 2026.
Artinya, batas terakhir pelaksanaan puasa Syawal adalah pada akhir bulan Syawal 1447 H, yang diperkirakan jatuh pada: Sekitar tanggal 19–20 April 2026 (menyesuaikan hasil rukyatul hilal di Indonesia).
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku niat puasa sunah Syawal karena Allah swt.”
Niat puasa Syawal dilafalkan mulai masuk waktu Magrib hingga sebelum Zuhur, selagi belum makan dan minum apa-apa sejak terbit fajar di hari berpuasa itu.
2. Niat Puasa Senin
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'ala."
3. Niat Puasa Kamis
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'ala."
'Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.'
Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, dengan ketentuan:
Puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa.
Dalam hadis disebutkan bahwa:
Puasa Ramadan ditambah 6 hari di bulan Syawal bernilai seperti puasa sepanjang tahun.
Menjadi bentuk penyempurna ibadah setelah Ramadan.
Melatih konsistensi dalam beribadah setelah bulan suci.
Agar tidak terlewat hingga batas akhir, berikut beberapa tips:
Segera mulai puasa setelah Idulfitri (misalnya tanggal 2 Syawal).
Bisa dilakukan setiap Senin–Kamis agar lebih ringan.
Tentukan target hari sejak awal bulan.
Sesuaikan dengan aktivitas agar tetap konsisten.
Puasa Syawal 2026 dapat dilakukan hingga akhir bulan Syawal, sekitar 19–20 April 2026.
Umat Muslim memiliki waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan enam hari puasa tersebut, baik secara berturut-turut maupun terpisah.
Baca juga: Bukan hanya Puasa Syawal, Ini 4 Amalan yang Bisa Dikerjakan di Bulan Syawal
(*)