3 Kapal Lolos Blokade Selat Hormuz, Ada Rute Khusus Lolos Zona Perang Iran-AS, China Diuntungkan
Candra Isriadhi April 13, 2026 07:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setidaknya ada tiga kapal tanker minyak terpantau melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu terjadi tepat setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa (7/4/2026).

Pergerakan ini menjadi sorotan karena menandai lonjakan aktivitas paling signifikan sejak konflik sempat membuat lalu lintas di jalur strategis tersebut hampir lumpuh total selama enam minggu terakhir.

Meski demikian, kondisi di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.

ILUSTRASI KAPAL KONTAINER - Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan tarif tol untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
ILUSTRASI KAPAL KONTAINER - Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan tarif tol untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. (freepik.com/Slon.Pics)

Aktivitas pelayaran masih tercatat jauh di bawah tingkat normal seperti sebelum pecahnya konflik pada 28 Februari.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ketegangan mulai mereda, dampak dari konflik masih terasa.

Khususnya terhadap jalur distribusi energi global yang sangat bergantung pada kawasan tersebut.

Baca juga: Donald Trump Tegas Tolak Ajakan Netanyahu Provokasi Warga Iran, AS‑Israel Mulai Berseberangan?

Aktivitas di Selat Hormuz usai gencatan senjata

Sebagaimana dilansir National Post, Sabtu, dua kapal tanker asal China yang mengangkut minyak mentah berlayar keluar dari Teluk Persia tak lama setelah kapal tanker Yunani melintas.

Peristiwa ini menandai peningkatan signifikan dalam aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Ini sekaligus merupakan hari dengan jumlah pengiriman minyak keluar terbesar sejak konflik pecah, yang sebelumnya membuat arus lalu lintas di jalur strategis tersebut hampir lumpuh total.

Namun, tidak satu pun dari kapal-kapal ini membawa minyak dari Iran atau memiliki kaitan langsung dengan negara tersebut.

PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz.
PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz. (Dok./Wikimedia Commons)

Kapal China mulai bergerak

Dua supertanker China yang teridentifikasi adalah Cospearl Lake dan He Rong Hai, sementara kapal Yunani bernama Serifos.

Ini merupakan kapal pertama dari China yang terlihat mengangkut minyak keluar dari Teluk Persia sejak konflik berlangsung.

Selain itu, terdapat satu kapal China lainnya, Yuan Hua Hu, yang sebelumnya berada di dekat dua kapal tersebut namun tidak memberikan sinyal pada Sabtu.

Baca juga: Iran Gempur Habis-habisan Fasilitas Energi Arab Saudi, Perusahaan AS Jadi Sasaran Utama

Secara total, tiga kapal yang melintasi Selat Hormuz memiliki kapasitas angkut sekitar 6 juta barrel minyak mentah.

Sebagai perbandingan, Iran—yang menjadi satu-satunya negara yang tetap mengekspor melalui jalur ini selama konflik—mengirim sekitar 1,7 juta barrel per hari bulan lalu.

Angka ini menunjukkan bahwa meski terjadi peningkatan, volume pengiriman masih sekitar setengah dari tingkat normal—dan itu pun hanya terjadi dalam satu hari.

Rute tidak biasa

SIAGA SELAT HORMUZ - Foto merupakan ilustrasi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan soal ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas setelah militer Iran menyatakan siap menghadapi armada laut AS di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.
SIAGA SELAT HORMUZ - Foto merupakan ilustrasi yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan soal ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas setelah militer Iran menyatakan siap menghadapi armada laut AS di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia. (Wartakotalive.com/Istimewa)

Ketiga kapal tersebut dilaporkan menggunakan rute utara Selat Hormuz yang diminta oleh Iran.

Jalur ini melewati perairan Iran sepanjang pesisir Pulau Qeshm dan Larak, menjauhi jalur pelayaran tradisional di bagian selatan selat.

Iran juga menyatakan bahwa kapal diizinkan melintas, namun harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Kapal tanker Yunani diketahui mengarah ke Malaka, Malaysia, yang juga menjadi titik transit penting bagi kapal menuju berbagai wilayah Asia.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.