Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Seorang nelayan bernama Ruslan Alimin (60), warga Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ditemukan meninggal dunia di perairan Teluk Tomini, Senin (13/4/2026) dini hari.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi melaut seorang diri pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 20.00 WITA untuk mengangkat pukat.
Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, membenarkan adanya kejadian kecelakaan laut tersebut.
Baca juga: Pembicaraan AS-Iran di Pakistan Gagal, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Apa Dampaknya?
Ia mengatakan, laporan pertama diterima oleh PUSDALOPS BPBD Parigi Moutong pada pukul 03.05 WITA dari masyarakat setempat.
Menurut Rivai, korban diketahui belum kembali hingga sekitar pukul 02.30 WITA, sehingga warga berinisiatif melakukan pencarian.
“Korban pergi melaut seorang diri dan tidak kembali sesuai waktu yang diperkirakan,” ujar Mohammad Rivai saat dikonfirmasi.
Pencarian dilakukan oleh masyarakat di sekitar perairan Teluk Tomini, khususnya di wilayah dekat Desa Silanga.
Sekitar pukul 03.14 WITA, korban akhirnya ditemukan masih berada di dalam perahunya.
Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi berada di atas perahu miliknya.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam perahu,” jelas Rivai.
Ia menambahkan, saat ditemukan terdapat tanda berupa darah di bagian hidung korban.
Baca juga: Operasi SAR Tolitoli Berhasil Selamatkan Nelayan Mati Mesin di Perairan Pulau Lutungan
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban hingga kini masih belum dapat dipastikan.
“Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait,” tambahnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh masyarakat ke daratan.
Proses evakuasi berlangsung lancar dengan melibatkan warga setempat tanpa kendala berarti.
Rivai juga mengimbau para nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan saat melaut, terutama saat pergi seorang diri pada malam hari.
Baca juga: Rekaman Percakapan Livand Breemer dan Inisial I Beredar, Bantah Keterlibatan Tambang Poboya
“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca saat melaut,” tandasnya.(*)