Detik-detik Mobil Koperasi Merah Putih Tabrak Tiga Santriwati, Kecelakaan Bermula Sopir Ngantuk
rival al manaf April 13, 2026 07:56 AM

TRIBUNJATENG.COM - Kecelakaan yanh melibatkan monil operasional Koperasi Merah Putih menabarak tiga orang santriwati terjadi di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/4/2026)

Pengurus Ponpes Al-Urwatul Wutsqo, Ardi, menceritakan kronologi kecelakaan yang terjadi di Jalan MT Haryono Desa Dermayu, Kecamatan Sindang tersebut.

Kala itu, ketiga korban bersama rombongan santriwati lainnya sedang melakukan kegiatan rutin olahraga pagi pada hari Minggu.

Baca juga: Pusat Minta Daerah Kerahkan PPPK untuk Koperasi Desa Merah Putih

Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut, Distribusi Kendaraan Operasional di Batang Masih Ditunggu

 

"Lukanya itu lebih kepada kepala, ketiga santriwati saat ini masih dirawat di RSUD Indramayu," kata Ardi saat ditemui di ponpes yang berlokasi di Desa Terusan, Kecamatan Sindang.

Ardi mengatakan, dirinya tidak melihat langsung kejadian tersebut.

Hanya saja, kebetulan Ardi kala itu sedang mengawal rombongan santri laki-laki, posisinya berada tidak jauh di belakang rombongan santriwati.

Ardi pun baru tahu, ternyata tiga santriwatinya telah menjadi korban kecelakaan.

"Mobil yang menabrak itu mobil operasional Koperasi Merah Putih, mobilnya juga bukan Koperasi Merah Putih di sini, katanya itu buat operasional di Blitar, kebetulan lewat Indramayu," ucap Ardi.

Pengurus ponpes yang ada di lokasi saat itu juga langsung mengevakuasi ketiga korban.

Para santriwati yang masing-masing berinisial AAM (13), WH (13), dan DT (13) langsung dilarikan ke RSUD Indramayu.

Ardi saat itu juga ikut menggotong santriwatinya untuk segera mendapat pertolongan medis. Di rumah sakit, ketiga korban langsung dilakukan pemeriksaan CT Scan secara menyeluruh.

"Cuma di rumah sakit itu yang baca hasilnya bukan dokter ahlinya ya karena hari Minggu libur, jadi kemungkinan besar besok (Senin) baru diketahui hasilnya," ucap dia.

Ardi menjelaskan, olahraga pagi yang sedang dilakukan rombongan santri itu merupakan kegiatan rutin yang biasa digelar setiap satu bulan sekali.

Mereka berangkat dari pondok pesantren menuju Alun-alun Indramayu.

Ardi juga memastikan, posisi para santriwati berjalan berada di bahu jalan. Namun, tiba-tiba dari arah belakang datang mobil operasional Koperasi Merah Putih berjenis mHawk menyeruduk rombongan santriwati.

Dari rombongan santriwati, ada tiga anak tertabrak.

"Kalau anak-anak itu jalannya di pinggir, enggak ditengah, jadi mereka itu baris berdua-berdua, diduga karena sopirnya memang mengantuk.

Soalnya rutenya juga harusnya itu dari pertigaan di sana mobil seharusnya belok ke kanan ke Bunderan Mangga, tapi ini malah lurus ke Terusan karena ngantuk sopirnya, kejadian tabrakan itu di Pasar Caplek,” ucap Ardi.

Di sisi lain, Ardi menjelaskan, dari pihak Koperasi Merah Putih juga bertanggung jawab.

Saat ini mobil dan sopirnya sedang berada di Mapolsek Sindang.

"Alhamdulillah dari pihak sana juga tanggung jawab, ada iktikad baik,” ujarnya.

Disampaikan Ardi, ketiga santriwati yang tertabrak terdiri dari dua siswi tingkat SMP dan satu tingkat MA.

Mereka merupakan warga Kabupaten Indramayu. Pihak ponpes juga bersyukur dengan adanya iktikad baik dari pihak Koperasi Merah Putih, apalagi kondisi korban yang saat ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Satu dari tiga santri bahkan dilaporkan mengalami muntah saat bangun dari tidurnya.

"Dari pihak kami (ponpes) juga terus pantau kondisinya. Saat ini memang masih dirawat di RS,” ujarnya.

Sopir Akui Ngantuk

Sementara itu, saat ditemui di Mapolsek Sindang, sopir mobil Koperasi Merah Putih, Purnama (51), tidak menampik saat kejadian dirinya mengantuk usai perjalanan jauh dari Jakarta.

"Ngantuk, Pak. Berangkat dari Jakarta itu jam 1 malam, mau antar mobil ke Blitar," jelas Purnama.

Purnama memastikan, kecelakaan yang terjadi tidak kencang. Saat itu, kecepatan mobil berada di kisaran 20 kilometer per jam.

Kondisi tersebut turut dibuktikan dengan hasil olah TKP polisi, pada mobil Koperasi Merah Putih tersebut tidak terdapat ringsek dan ada goresan kecil.

Purnama juga tidak menampik karena posisi sedang mengantuk itu, ia salah mengambil rute perjalanan.

Seharusnya, di pertigaan Terminal Sindang Purnama belok kanan menuju arah Bunderan Mangga Indramayu, tetapi ia justru lurus ke arah Desa Terusan.

Hingga akhirnya, saat tiba di dekat Pasar Caplek, tabrakan tersebut terjadi.

 "Harusnya saya di sana (pertigaan Terminal Sindang) belok kanan, tapi malah lurus, karena ngantuk,” jelasnya. Purnama menjelaskan, mobil yang ia bawa merupakan mobil baru, Nopol mobil tersebut juga masih memakai pelat profit dengan nomor B 9687 XYH.

Rencananya, mobil tersebut akan digunakan untuk operasional Koperasi Merah Putih di Blitar Jawa Timur.

 "Awalnya rombongan dari Jakarta tujuan Blitar, tetapi berpisah-pisah pas di jalan," ujarnya.

Meski begitu, Purnama turut memastikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi.

Peristiwa ini juga telah dilaporkan Purnama kepada pimpinannya dan rencananya atasnya tersebut akan datang ke Indramayu sebagai bentuk iktikad baik kepada para korban.

 Purnama juga berharap kondisi tiga santri lekas membaik dan tidak terjadi cedera yang serius.

"Sudah dilaporkan ke pimpinan, insya Allah kami juga beriktikad baik atas kejadian ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sindang AKP Karnala mengatakan, peristiwa ini saat rombongan santriwati sedang berjalan di bahu jalan.

 Tiba-tiba rombongan santriwati itu tertabrak mobil operasional Koperasi Merah Putih yang datang dari arah Terusan menuju Indramayu Kota.

Dari rombongan santri tersebut, tiga orang mengalami luka-luka.

"Akibat kejadian tersebut, ketiga anak sekolah pejalan kaki tersebut mengalami luka-luka dan selanjutnya dibawa ke RSUD Indramayu untuk dilakukan perawatan dan pengobatan," tuturnya. Peristiwa ini sedang didalami oleh pihak kepolisian dan kini kasusnya dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu.

 

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.