Manfaat Luar Biasa dari Aktivitas Sederhana Jalan Kaki setelah Makan
GH News April 13, 2026 09:15 AM
Jakarta -

Mulai sekarang, coba lakukan gerakan sederhana seperti jalan kaki setelah makan. Rupanya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang tidak terduga untuk tubuh.

Pencernaan adalah proses aktif yang melibatkan seluruh tubuh. Tak lama setelah makan, tubuh kita masuk ke mode 'istirahat dan cerna' atau sebuah fase ketika usus dan otak saling berkomunikasi secara intens, bertukar sinyal yang memengaruhi pencernaan, suasana hati, dan tingkat stres.

Karbohidrat, lemak, dan protein dipecah menjadi glukosa, asam lemak, dan asam amino, lalu dilepaskan ke dalam aliran darah.

Ini menciptakan periode sensitif bagi sumbu usus-otak, jalur dua arah yang menghubungkan pencernaan dengan stres dan emosi. Menurut ahli, inilah waktu paling tepat untuk bergerak.

Ketika bergerak atau jalan kaki, otot akan berkontraksi, membantu menarik gula dari aliran darah masuk ke dalam sel. Proses ini bisa terjadi tanpa bantuan insulin yang sangat bermanfaat bagi lansia, orang dengan resistensi insulin, atau siapa pun yang makan dalam porsi besar di malam hari, ketika kerja insulin cenderung kurang efisien.

Artinya, aktivitas fisik memberi tubuh jalur tambahan untuk mengelola gula darah. Ini dapat membantu meredam lonjakan gula setelah makan dan mengurangi beban kerja pankreas.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa melindungi kesehatan metabolik dan menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung.

"Olahraga bisa melewati kelemahan dalam sinyal insulin. Ia membuka jalan bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel, bahkan pada orang dengan resistensi insulin," kata Gerald Shulman, profesor kedokteran di Yale dikutip dari National Geographic, Minggu (12/4/2026).

Bergerak setelah makan juga meningkatkan aliran darah ke organ pencernaan dan mendukung interosepsi atau kemampuan otak untuk merasakan kondisi dalam tubuh.

Berapa Lama Jalan Kaki?

Loretta DiPietro, ilmuwan olahraga dan nutrisi dari George Washington University menyarankan tubuh mulai bergerak 30 menit setelah makan, tapi manfaatnya sudah bisa muncul sejak mulai bergerak.

Aktivitasnya tidak perlu berat atau lama. Penelitian yang dilakukan Loretta menunjukkan berjalan ringan selama 15 menit dapat mengurangi lonjakan gula setelah makan.

Studi tahun 2025 juga mendukung hal ini, menemukan jalan kaki 10 menit langsung setelah makan sama efektifnya dengan jalan kaki 30 menit yang dilakukan lebih lama setelahnya.

"Bahkan tidak perlu sampai berkeringat, yang penting bergerak," kata Loretta.

Kunci dari manfaat ini adalah konsistensi. Untuk mendapatkan efek jangka panjang, kebiasaan bergerak setelah makan perlu dilakukan setiap hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.