- Pesawat nirawak milik Angkatan Laut AS jenis MQ-4C Triton dilaporkan hilang di kawasan Selat Hormuz.
Pesawat nirawak ini menghilang dari radar sesaat mengirimkan sinyal darurat atau kode 7700.
Sampai saat ini, nasib pesawat nirawak tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Dengan nilai mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,5 triliun, pesawat nirawak ini menjadi salah satu drone militer termahal yang dimiliki Amerika Serikat.
MQ-4C Triton melakukan misi pengintaian di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak Jumat (10/4/2026).
Pesawat nirawak itu kemudian terpantau dalam perjalanan kembali menuju pangkalan udara di Naval Air Station Sigonella, Italia.
Namun, pesawat sempat berbelok ke arah wilayah Iran sebelum akhirnya mengirimkan sinyal darurat.
Tak lama setelah itu, pesawat nirawak mengalami penurunan ketinggian secara drastis hingga akhirnya hilang sepenuhnya dari sistem radar.
Pesawat nirawak MQ-4C Triton bukan hanya drone biasa.
Dalam sistem pertahanan modern, pesawat ini punya peran vital sebagai alat pengintaian strategis.
Pesawat ini dirancang untuk melakukan pengawasan matirim dalam skala luas dan jangka panjang.
Dengan teknologi canggih, pesawat nirawak mampu memantau pergerakan di wilayah sensitif tanpa harus melibatkan pilot secara langsung.
Dalam operasinya, pesawat nirawak Triton sering menjadi “mata di langit” yang mendukung pesawat patroli seperti P-8A Poseidon.