Kisah Warga Desa Dagen Karanganyar, Turun Tangan Cor Jalan Rusak Sendiri Demi Bisa Salat Id
Vincentius Jyestha Candraditya April 13, 2026 12:28 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Warga Dusun Songgorunggi, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar sempat turun tangan memperbaiki jalan rusak secara swadaya demi kelancaran pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H beberapa waktu lalu. 

Perbaikan dilakukan jauh sebelum adanya penanganan dari pemerintah, dengan cara sederhana menggunakan semen dan pasir.

Kerja bakti tersebut digelar beberapa hari sebelum Lebaran, tepatnya pada Selasa (17/3/2026) malam.

Puluhan warga bergotong royong menambal sebagian ruas jalan yang rusak parah, khususnya di bagian tengah dusun.

Kepala Dusun Songgorunggi, Ismail Saleh, mengatakan aksi tersebut dilakukan agar jalan bisa digunakan sebagai lokasi Salat Idul Fitri.

Baca juga: Jalan Desa Dagen di Karanganyar Jadi Sorotan, Perbaikan Dinilai Setengah Hati, Cuma Tambal Sulam

"Kami dengan warga Dusun Songgorunggi pernah gotong royong memperbaiki sebagian jalan yang rusak ini waktu bulan puasa, dan itu rencana untuk lokasi salat ied," kata Ismail, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan secara manual dengan mengecor jalan menggunakan campuran semen dan pasir di titik-titik yang paling rusak.

"Kemarin warga yang gotong royong memperbaiki jalan dengan cor itu ada 30 orang," kata dia.

Upaya swadaya ini menjadi solusi sementara di tengah kondisi jalan yang belum mendapat perbaikan menyeluruh.

Meski sederhana, langkah tersebut dinilai cukup membantu agar aktivitas warga, khususnya saat momen Idul Fitri, tetap berjalan lancar.

Awal Mula Warga Turun Tangan

Kondisi jalan di Dusun Songgorunggi, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar sempat memprihatinkan sebelum akhirnya diperbaiki secara tambal sulam.

Lubang-lubang besar menganga di sepanjang jalan bahkan mencapai kedalaman sekitar 40 sentimeter dan memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.

Perbaikan baru dilakukan setelah Karang Taruna setempat turun tangan menguruk lubang, yang kemudian disusul perbaikan tambal sulam oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Namun, perbaikan ini belum menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

JALAN BERLUBANG - Kondisi jalan di Dusun Songgorunggi, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (13/4/2026). Lubang-lubang besar menganga di sepanjang jalan bahkan mencapai kedalaman sekitar 40 sentimeter dan memicu kecelakaan bagi pengguna jalan. Perbaikan jalan ini baru dilakukan setelah Karang Taruna setempat turun tangan menguruk lubang, yang kemudian disusul perbaikan tambal sulam oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
JALAN BERLUBANG - Kondisi jalan di Dusun Songgorunggi, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (13/4/2026). Lubang-lubang besar menganga di sepanjang jalan bahkan mencapai kedalaman sekitar 40 sentimeter dan memicu kecelakaan bagi pengguna jalan. Perbaikan jalan ini baru dilakukan setelah Karang Taruna setempat turun tangan menguruk lubang, yang kemudian disusul perbaikan tambal sulam oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kepala Dusun Songgorunggi, Ismail Saleh, mengungkapkan jalan tersebut sebelumnya juga pernah diperbaiki dengan metode serupa pada akhir 2025, namun kembali rusak dalam waktu singkat.

"Terakhir Desember 2025, sebelum puasa sudah ada perbaikan namun hanya tambal sulam, kemudian jalan itu rusak lagi dan Karang Taruna Dusun Songgorunggi turun tangan dengan diuruk, hingga akhirnya, jalan itu ditambal sulam lagi," kata Ismail, Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Karanganyar Senin 13 April 2026 : Hujan Ringan Merata di Seluruh Wilayah

Sebelum dilakukan penanganan, kondisi jalan dinilai membahayakan karena lubang yang cukup dalam.

"Jalan itu sebelum diuruk Karang Taruna kondisi lubangnya terlalu dalam, sekira 40 sentimeter, ada warga yang jatuh, karena lubang itu," kata Ismail.

Kerusakan Hampir 1,1 Kilometer

Kerusakan terjadi hampir di seluruh ruas jalan sepanjang sekitar 1,1 kilometer, mulai dari gapura utara hingga selatan dusun.

Bahkan, pengendara harus bergantian melintas karena sebagian besar badan jalan dipenuhi lubang.

"Jadi motor yang lewat situ harus gantian, dan hanya beberapa sentimeter yang tersisa yang jalan bagus, kiri kanan jalan kondisinya lubang jalan besar," ungkap dia.

Sebabkan Kecelakaan

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kecelakaan tunggal sempat terjadi, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Kalau catatan dari warga sini ada 3 orang tapi tidak parah, hanya kepleset dan kaget, kami berharap jalan itu bisa diperbaiki penuh, tidak hanya tambal sulam," harap dia.

Baca juga: Hindari Jalan Berlubang, Dua Truk Bak Terlibat Adu Banteng di Jalan Randusari Boyolali

Menurut Ismail, kerusakan jalan cepat kembali terjadi karena genangan air saat hujan, sehingga perbaikan tambal sulam dinilai tidak cukup efektif.

"Desember 2025 jalan itu pernah diperbaiki namun tambal sulam, namun sering tergenang air saat hujan turun, jadi kondisinya rusak lagi," kata dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.