KAI Akan Tambah Rangkaian Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung Jadi 12 Gerbong
Choirul Arifin April 13, 2026 12:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero akan menambah daya listrik aliran atas (LAA) di jalur kereta api Commuter Line relasi Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung.

Dengan penambahan daya di LAA, rangkaian kereta KRL Commuter Line bisa ditambah dari saat ini 8 dan 10 kereta menjadi 12 kereta.

Penambahan daya LAA di relasi Tanah Abang-Rangkasbitung sangat mendesak karena lonjakan volume penumpang di jalur ini setiap tahunnya.

Hal itu membuat volume penumpang setiap jam berangkat kerja pada pagi dan jam pulang kerja pada sore dan petang hari sangat berdesakan. 

Berdasar data pada 2022, sebanyak 43.317.716 penumpang naik KRL Commuter Line di relasi Tanah Abang-Rangkasbitung. 

Angka ini kemudian meningkat menjadi 62.085.471 penumpang di 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 penumpang di 2025.

Lonjakan luar biasa terjadi di kuartal I 2026 di mana pada Januari hingga Maret 2026saja, jumlah penumpang KRL telah mencapai 20.197.205 pelanggan.

"Pertumbuhan ini menggambarkan bagaimana lintas Rangkasbitung berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus meluas dan berkembang," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (12/4/2026).

Kata Anne, saat ini progres terhadap elektrifikasi lintas Tanah Abang-Rangkasbitung ini sudah mencapai lebih dari 70 kilometer dengan jalur ganda.

Dengan adanya penguatan daya listrik tersebut memungkinkan layanan KRL lintas Rangkasbitung bisa mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang hanya 8 hingga 10 kereta dalam satu rangkaian. 

Sehingga kata dia, kapasitas angkut KRL di tiap perjalanannya menjadi lebih besar, sehingga terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.

"Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL," ujar Anne.

Sementara itu, selain mengangkut untuk keperluan mobilitas masyarakat, lintas Rangkasbitung-Merak itu juga kata Anne, menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada Triwulan I 2026 telah melayani 11.349 pengguna.

Layanan ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membawa hasil pertanian untuk dijual.

“Pergerakan masyarakat di lintas ini terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” lanjut Anne.

Tarif Hanya Rp11.000

Saat ini, masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak dengan tarif yang terjangkau. 

KRL Commuter Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung dikenakan tarif Rp8.000, lalu dilanjutkan dengan KA Lokal Rangkasbitung–Merak dengan tarif Rp3.000 sehingga total keseluruhan hanya Rp11.000.

Apabila pelanggan ingin melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatera dari Stasiun Merak, maka, perjalanan dapat diteruskan menggunakan kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni. 

Adapun tarif kapal reguler berada di kisaran Rp23.000 per orang, sementara kapal ekspres sekitar Rp85.000 per orang.

"Kereta api menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang terus bergerak, dari kawasan perkotaan hingga terhubung ke wilayah lain. Harapannya, konektivitas ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam bepergian," tandas Anne.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.