Timur Tengah Terus Memanas, Polda Bali Garansi Harga Pangan Tetap Stabil dan Stok Melimpah
Ida Ayu Suryantini Putri April 13, 2026 02:22 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di tengah ketidakpastian situasi global akibat gejolak perang di Timur Tengah, Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok 14 bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Bali tetap terjaga dan berada dalam koridor aturan pemerintah.

Kepastian ini diperoleh setelah tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog Kanwil Bali, serta jajaran dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) marathon selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 11-12 April 2026. 

Baca juga: Konflik Timur Tengah Mengancam, Satgas Pangan Polda Bali Awasi Stabilitas Harga di Pasar 

Petugas menyisir berbagai titik distribusi, mulai dari pasar tradisional, distributor besar, hingga ritel modern di Kota Denpasar.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi keterjangkauan harga bagi masyarakat. 

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ia memastikan bahwa fluktuasi ekonomi global belum berdampak signifikan pada harga pangan di Bali.

Baca juga: Pasca Lebaran, Polda Bali Terus Awasi Harga Pangan, Nekat Mainkan HET Izin Usaha Terancam Dicabut

"Hasil pemantauan sementara menunjukkan harga relatif stabil dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok," ujar Kombes Pol Ariasandy memaparkan hasil sidak, pada Senin 13 April 2026.

Rangkaian pengawasan ini menyasar lokasi strategis seperti Pasar Kreneng, khususnya pada gerai Toko Sinar, penyedia daging sapi dan ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri. 

Tak hanya di pasar tradisional, tim juga memeriksa gudang distributor UD. Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah dan ritel modern Supermarket Grand Lucky di Jalan PB. Sudirman.

Baca juga: TARIF Listrik hingga Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi Denpasar, Pemkab Klungkung Pastikan Stok Pangan

Dalam aksi tersebut, petugas memeriksa secara detail kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. 

Komoditas strategis seperti beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, hingga gula pasir menjadi fokus utama untuk memastikan tidak ada oknum yang sengaja memainkan harga demi keuntungan pribadi di tengah isu krisis dunia.

Selain memantau fisik barang, Satgas Saber Pangan juga melakukan dialog langsung dengan para pedagang dan pengelola usaha. 

Kombes Pol. Ariasandy menekankan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika menemukan praktik penimbunan atau upaya menaikkan harga secara tidak wajar.

"Kami mengingatkan para pelaku usaha agar tetap patuh dan tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah," kata dia. 

"Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha," tegasnya.

Langkah preventif ini diambil sebagai tindak lanjut pengawasan pasca hari raya guna meminimalisasi potensi permainan harga oleh oknum yang memanfaatkan momentum. 

Melalui sinergi lintas instansi antara Polda Bali, Distanpangan, Disperindag, hingga PMPTSP, pemerintah menjamin bahwa rantai distribusi akan terus diefisiensikan.

Dengan ketersediaan stok yang aman dan harga yang tetap terkendali, masyarakat Bali diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. (*) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.