Informasi terbaru perang di Timur Tengah pagi ini
TRIBUNNEWS.COM, AS - Popularitas politik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menurun di dalam negei.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa perang terhadap Iran tidak populer di kalangan sebagian besar warga Amerika.
Terutama karena warga Amerika frustrasi dengan kenaikan harga BBM yang diakibatkan oleh perang melawan Iran.
Tingkat persetujuan presiden telah mencapai titik terendah.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Partai Republik, pendukung Trump, bahwa partainya akan kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu.
Mayoritas anggota parlemen dari Demokrat, lawan politik Trump, dapat melancarkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump, sekaligus memblokir sebagian besar agenda legislatifnya.
Senator AS Mark Warner dari Virginia, anggota Demokrat terkemuka di Komite Intelijen Senat, mempertanyakan strategi di balik rencana blokade Trump.
"Saya tidak mengerti bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya," katanya kepada program "State of the Union" CNN pada hari Minggu.
Baca juga: Warga AS Menjerit, Harga Solar Melejit Tembus Rp85 Ribu Gegara Perang Iran
Dalam penampilan terpisah di acara "Face the Nation" CBS, Warner mengatakan bahwa blokade tersebut tidak akan melemahkan kendali Iran atas jalur perairan tersebut.
"Iran memiliki ratusan kapal cepat yang masih bisa mereka gunakan untuk memasang ranjau di selat atau menjatuhkan bom terhadap kapal tanker dalam upaya menutup selat," katanya.
"Bagaimana itu bisa menurunkan harga gas?"
Meskipun Trump berulang kali mengatakan bahwa perang akan segera berakhir, Senator Republik AS Ron Johnson dari Wisconsin mengatakan kepada program "This Week" ABC News pada hari Minggu bahwa mencapai tujuan AS di Iran "bisa memakan waktu lama."
"Ini akan menjadi proyek jangka panjang," kata Johnson, yang tidak ditanya tentang usulan blokade Trump.
"Saya tidak pernah berpikir ini akan mudah."
Meskipun Trump telah lolos dari dua kali pemakzulan pada masa jabatan pertamanya, dinamika tahun 2026 diprediksi akan berbeda.
Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mulai mencatat kenaikan peluang pemakzulan seiring dengan potensi beralihnya kontrol kursi di Kongres.
Secara konstitusional, pemakzulan atau menurunkan dari jabatan presiden, membutuhkan suara mayoritas di DPR untuk mengajukan dakwaan dan dua pertiga suara di Senat untuk pencopotan jabatan.
Saat ini, karena Republik masih menguasai kedua lembaga tersebut, pemakzulan sulit terjadi.
Namun, jika Demokrat berhasil merebut DPR pada Pemilu Paruh Waktu November mendatang, sebagaimana diprediksi oleh 85 persen petaruh di Polymarket, maka jalan menuju pemakzulan ketiga bagi Trump terbuka lebar.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa harga BBM mungkin tetap tinggi hingga November mendatang.
"Bisa jadi sama atau mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi seharusnya sekitar harga yang sama," kata Trump, yang berada di Miami kepada Fox News.
Trump mengumumkan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal apa pun yang membayar biaya penyeberangan ke Iran.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," tulisnya di platform media sosial Truth.