Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Cecep (58) seorang pedagang nasi goreng meninggal dunia akibat insiden tabrakan yang melibatkan kendaraan roda empat jenis MPV.
Ia diketahui meninggal di tempat usai MPV bermerek Grand Livina itu melaju tak terkendali lalu menabrak gerobak jualan miliknya.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Ciledug, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/4/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Baca juga: Daftar Nama Korban Tewas Kecelakaan Maut di Cigendel Sumedang: Bapak Tewas Anak Selamat
Kasat Lantas AKP Luky Martono mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara juga dari kronologi para saksi, kecelakaan terjadi saat pengemudi berinisial MS (68) melaju dari arah Pertigaan Gedung Jangkung menuju Sukadana.
Saat melintasi jalan lurus, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan sangat tinggi hingga pengemudi kehilangan kendali.
Mobil kemudian oleh ke bahu kiri jalan lalu menabrak dua sepeda motor yang sedang terparkir, sebelum akhirnya menghantam warung nasi goreng.
"Akibat kejadian tersebut, satu orang penjual nasi goreng yakni saudara Cecep (61) warga Kecamatan Garut Kota dilaporkan meninggal dunia," ujar AKP Luky melalui liris remi yang diterima Tribun Jabar.
Ia menuturkan, insiden itu juga melukai empat orang warga lain yang sedang membeli nasi goreng di tempat tersebut.
Mereka adalah Diana (59), yang berada di lokasi kejadian, serta Koswara (26), warga Kecamatan Garut Kota yang tengah membeli nasi goreng, mengalami luka berat.
Sedangkan satu orang lain yakni Hakim (8) yang merupakan pelajar mengalami luka ringan.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Cigendel Sumedang: Pemotor Tewas Terlindas setelah Gagal Salip Truk dari Kiri
"Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh faktor kelalaian pengemudi yang kurang berhati-hati dan melaju dengan kecepatan sangat tinggi," kata Lucky.
Peristiwa maut tersebut sontak mengundang kepedulian warga sekitar untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Para korban saat itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kemudian, saat proses evakuasi dan upaya mengeluarkan sopir dari dalam kendaraan, warga mencium adanya bau alkohol dari tubuh pengemudi tersebut.
"Kayaknya mabuk berat, saat dievakuasi memang bau alkohol dan setengah teler," ujar seorang saksi, Ray (30) kepada Tribun.