Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Bencana angin puting beliung melanda Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (12/4/2026) malam.
Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Satu Unit Rumah di Mbarung Datuk Saudane Rusak
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada bagian atap salah satu rumah warga setempat.
Data yang dihimpun TribunGayo.com jika rumah berkontruksi kayu tersebut merupakan milik keluarga Suharni (53) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Sementara merespons kejadian tersebut, Babinsa Koramil 06 Bukit segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengecekan dampak kerusakan pada Senin (13/4/2026).
Danramil 06 Bukit, Kapten Czi Aep Mukhran Halid, melalui Babinsa Serka Erwandi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 18.35 WIB.
Saat itu, wilayah Desa Karang Rejo diguyur hujan deras yang disertai angin kencang.
Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah Warga di Wih Pesam Bener Meriah, Ini Nama Korbannya
Namun angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, dengan kekuatan yang cukup besar hingga menyapu bagian atap rumah Suharni.
"Kalau korban jiwa tidak ada, tapi kerugian mencapai jutaan rupiah," ujar Serka Erwandi.
Dikatakan, mesti rumah korban mengalami kerusakan, tapi korban tidak perlu mengungsi.
"Rumah korban masih bisa ditepati, hanya beberapa seng yang copot, dan sedang dilakukan perbaikan," bebernya.
Kemudian mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, Babinsa menghimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hari.
"Saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi, khususnya di sore hari. Kami menghimbau masyarakat agar selalu waspada karena bencana alam bisa terjadi kapan saja," pungkasnya.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul peringatan dini yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Hal ini diambil sebagai respons terhadap prediksi peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Aceh, termasuk Bener Meriah.
Dimana diperkirakan kondisi ini akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi menilai kondisi cuaca ekstrem dinilai memiliki risiko tinggi memicu terjadinya bencana alam.
"Seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan warga," unjarnya kepada TribunGayo.com, Sabtu (11/4/2026).
Ilham lalu menegaskan bahwa pemerintah daerah telah meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor untuk mengantisipasi dampak buruk dari cuaca buruk ini.
Kemudian ilham menginstruksikan warga agar segera melaporkan segala bentuk potensi bahaya yang muncul di lingkungan masing-masing kepada pihak berwenang agar tindakan cepat dapat segera diambil oleh tim tanggap darurat.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Pemkab Bener Meriah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik yang dianggap rawan bencana.
Masyarakat pun diminta melakukan tindakan preventif secara mandiri, mulai dari menghindari aktivitas di bantaran sungai dan daerah rawan longsor saat hujan deras, hingga membersihkan saluran drainase untuk mencegah penyumbatan.
Selain itu, warga disarankan untuk memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang serta mengamankan dokumen-dokumen penting sebagai bentuk mitigasi dini.
Maka dengan kolaborasi antara kesiapsiagaan pemerintah dan kepedulian masyarakat, diharapkan risiko serta dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini dapat diminimalisir semaksimal mungkin. (*)
Baca juga: Berikut 5 Warga Penghuni Huntara yang Rusak Diterjang Angin Kencang di Bener Meriah