TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam seminggu terakhir, jaringan pengamatan BMKG Pekanbaru mencatat masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.
Disampaikan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, untuk seminggu ke depan ada beberapa perkiraan kondisi dinamika atmosfer yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Provinsi Riau.
Di antaranya indeks Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 6, dimana kondisi ini aktif secara spasial terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau.
Selanjutnya Dipole Mode Indek (DMI) yang berada di -0.14, hal Ini tidak berpotensi terhadap peningkatan pola konvektif di Wilayah Riau.
Pada Indeks Outgoing Longwafe Radiation (OLR) yang mana merupakan radiasi balik dari bumi ke atmosfer bernilai negatif di awal hingga akhir minggu.
Nilai OLR ini mendakan banyaknya tutupan awan sehingga meningkatkan tutupan awan hujan.
Yang terakhir ditinjau dari pola belokan angin atau shearline dan pertemuan angin atau konvergensi, berkontribusi dalam proses pembentukan awan di wilayah Riau.
Baca juga: Bukan Cukong, Kami Rakyat, Warga Tesso Nilo Desak Presiden Turun Langsung ke Pelalawan
Baca juga: Puskesmas di Riau Layani Tes HIV Gratis, Warga Diminta Tak Takut Periksa
Berrdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut, dalam satu minggu ke depan diperkirakan wilayah Riau masih akan diguyur hujan.
Selanjutnya informasi mengenai suhu udara yang akan dirasakan untuk seminggu ke depan berada dikisaran 22-34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berkisar antara antara 55-99 persen.
Sedangkan arah angin secara umum bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10-30 Km per jam.
"Untuk satu minggu ke depan diperkirakan wilayah Riau akan diguyur hujan.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu siap sedia jas hujan di kendaraan anda, tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, kami juga mengimbau untuk tetap berhati-hari saat berkendara ketika terjadi hujan lebat, petir dan angin kencang," ujar Alfa Nataris. (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)