Biodata Thomas Ramdhan, Bassis GIGI Hengkang dan Singgung soal Pengkhianatan: Nusuk dari Belakang
Dedi Qurniawan April 13, 2026 02:21 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Bassis grup musik GIGI, Thomas Ramdhan, mengumumkan dirinya hengkang dari band yang telah membesarkan namanya tersebut.

Tanggal 25 April mendatang akan menjadi penampilan terakhir Thomas Ramdhan bersama band GIGI.

Bersamaan dengan ini, Thomas Ramdhan juga mengunggah postingan yang menyinggung soal pengkhianatan.

"Andai km temen baik jangan menusuk dari belakang. Buktikan kalau km temen sejati, paham???" tulis Thomas.

Kutipan tersebut sontak memicu spekulasi di kalangan penggemar mengenai adanya konflik internal yang sedang terjadi di tubuh band GIGI.

Menutup unggahannya, Thomas tampak pasrah mengenai kelanjutan kariernya di masa depan.

Baca juga: Biodata Jusuf Kalla, Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu Jokowi Rp 5 Miliar, Polisikan Rismon Sianipar

"Saya percaya untuk rejeki ada yg ngatur. Aamiin Yaa Robballamin," pungkasnya.

Biodata Thomas Ramdhan

Dilansir dari laman resmi GIGI, Thomas lahir di Bandung, 5 Maret 1967.

Ia adalah bungsu dari sembilan bersaudara.

Ayah kandung Thomas adalah seorang pemain biola.

Sementara dari ayah tirinya, Thomas banyak belajar tentang dasar-dasar teknik bermain bass karena sang ayah tiri kebetulan juga seorang pemain bass.

Di dekat panggung, ia dengan tekun memperhatikan band ayahnya yang sedang beraksi tersebut.

Pada masa kecilnya, Thomas pernah bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek.

Musik sudah mengalir di nadinya sejak kecil, meski ia dibesarkan dalam lingkungan yang sederhana.

Ia mengenal musik dari kakak pertamanya yang bermain band sambil berjualan keripik.

Kecintaan Thomas pada instrumen bass bermula setelah ia terpesona oleh lagu "Jump" milik Van Halen.

Sebuah keputusan besar diambilnya selepas SMA, ia menggunakan uang pemberian ibunya yang seharusnya untuk biaya masuk kuliah guna membeli gitar bass pertamanya.

Baca juga: Biodata Jerome Polin, YouTuber Ahli Matematika Cerita Ditipu Rp 38 Miliar, Sebut Pelaku Jago Nilep

Keputusan nekat itu membawanya menjadi musisi panggilan (session player) sukses di Jakarta untuk nama-nama besar seperti Anggun C. Sasmi hingga Oppie Andaresta.

Dari pergaulan inilah ia  bertemu dengan Dewa Budjana dan Ronald Fristianto yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya GIGI pada 22 Maret 1994.

Di luar GIGI, Thomas adalah juga penulis lagu hits "Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)" penyanyi Anggun C. Sasmi, sekaligus mengisi drum untuk album Anggun C. Sasmi... Lah!!! (1993).

Dirinya juga menulis lagu hits "Terapung" penyanyi Atiek CB (1997).

Sebelumnya, Thomas Ramdhan juga sempat membentuk band dadakan bersama Pay (eks Slank), Lilo (KLa Project), dan Ronald (eks GIGI) bernama The Lost Boys.

Jatuh Bangun Bersama GIGI

Sejak Gigi muncul ke permukaan industri musik Indonesia lewat album Angan di tahun 1994, Thomas menarik perhatian lewat aksi panggungnya yang atraktif dan rambutnya yang diwarnai merah.

Namanya semakin berkibar ketika Gigi semakin sukses lewat album Dunia di tahun 1995.

Selain menyumbang musik, Thomas juga terlibat dalam penulisan lirik, terutama setelah Baron mengundurkan diri setelah Dunia beredar.

Perjalanan Thomas di GIGI tidaklah selalu mulus. Pada tahun 1996, ia sempat mengundurkan diri karena terjerat masalah narkotika. 

Namun, tekadnya untuk sembuh dan dukungan dari rekan-rekan band membawanya kembali bergabung pada tahun 1999 lewat album "Baik".

Ia sempat bermain dengan Time Bomb Blues, lalu diajak mengisi posisi bassist di Ahmad Band, proyek sampingan Ahmad Dhani dari Dewa 19.

Selain di Gigi, Thomas juga pernah menjadi bassist dan produser di proyek Solitaire Addict bersama Bounty Ramdhan, putra sulungnya yang semakin dikenal sebagai drummer andalan.

Thomas juga telah melepas sejumlah single dan EP di bawah namanya sendiri sebagai penyaluran ketertarikannya terhadap musik elektronik.

Thomas tidak hanya sekadar pemain bass; ia adalah pemberi energi di atas panggung.

Dengan rambut yang sering berubah warna dan gaya panggung yang energik, ia berhasil mengubah instrumen bass menjadi pusat perhatian.

Hengkang dari GIGI

Keluarnya Thomas dari band yang membesarkan namanya itu disinyalir adanya konflik internal.

Yang menarik perhatian netizen bukan hanya kabar hengkangnya, melainkan pesan yang ditulis Thomas pada caption foto hitam-putih dirinya yang sedang memegang bass.

Thomas menyinggung soal loyalitas dan kekecewaan terhadap sosok yang dianggapnya teman.

"Andai km temen baik jangan menusuk dari belakang. Buktikan kalau km temen sejati, paham???" tulis Thomas.

Kutipan tersebut sontak memicu spekulasi di kalangan penggemar mengenai adanya konflik internal yang sedang terjadi di tubuh band GIGI.

Tak hanya sekadar curhatan, Thomas juga secara spesifik menyebutkan tanggal terakhir dirinya akan beraksi bersama GIGI.

Jika tidak ada perubahan, akhir April ini akan menjadi panggung terakhirnya.

"In Syaa Allah kemungkinan tgl 25 April 2026 hari terakhir sy bareng @gigibandofficial," ungkapnya.

Menutup unggahan tersebut, Thomas tampak pasrah mengenai kelanjutan kariernya di masa depan.

"Saya percaya untuk rejeki ada yg ngatur. Aamiin Yaa Robballamin," pungkasnya.

Tak berhenti sampai di situ, kemarahan Thomas tampaknya kian memuncak.

Dalam unggahan Instagram Story terbaru miliknya, ia menuliskan kutipan yang jauh lebih tajam menyinggung soal sifat asli seseorang yang tidak bisa ditutupi.

"kalau bajingan tetep aja bajingan, mau dibungkus adab sok baik sekalipun!!" tegasnya di Instagram Story.

(Posbelitung.co/TribunSumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.