TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menghadirkan pengalaman lintas budaya melalui kegiatan “Batik Art Workshop: Colours in Harmony” yang diselenggarakan bersama Ngee Ann Polytechnic dan Care Channels Indonesia di Ruang 3407 dan 3408, Kampus III Gedung St. Bonaventura, pada Jumat (10/4/2026).
Workshop ini mempertemukan mahasiswa internasional dan UAJY dalam suasana kolaboratif yang hangat, menggabungkan seni membatik, edukasi, serta pertukaran budaya sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang diinisiasi dosen FBE.
Dekan FBE UAJY, Wenefrida Mahestu Noviandra Krisjanti, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama rutin ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai corak batik Indonesia sekaligus berbagi budaya lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang membatik, karena sebenarnya Indonesia dan Singapura berbagi budaya batik yang mirip dengan pengaruh budaya lokal. Hari ini kita akan membatik dengan versi Yogyakarta, tetapi kamu boleh menunjukkan budaya spesial dari Singapura. Tidak ada benar atau salah karena batik adalah bentuk kreativitas,” ujar Wenefrida.
Baca juga: Perkuat Jurnalisme Kredibel, UAJY dan AMSI Kolaborasi Hadapi Tantangan Era Digital
Proses membatik dilakukan secara langsung menggunakan kain mori, canting, malam, dan pewarna, dengan pendampingan dari Susana Dewi Puspitawati bersama tim dari Omah Batik Purwanti.
Para peserta dibagi dalam kelompok kecil, didampingi dosen dan mahasiswa FBE sebagai fasilitator, sehingga tercipta suasana belajar yang kolaboratif dan personal.
Tidak hanya berfokus pada praktik seni, kegiatan ini juga diperkaya dengan berbagai sesi interaktif seperti permainan kelompok, pertunjukan tarian, serta sharing budaya oleh mahasiswa Ngee Ann Polytechnic yang memperkenalkan keunikan tradisi Singapura.
Nuansa global semakin terasa melalui pemaparan akademik dari Prof. Aloysius Gunadi Brata, S.E., M.Si., Ph.D. yang membahas isu Indonesia’s Energy Crisis dan dampak konflik global terhadap ekonomi Asia Tenggara.
Selain itu, wawasan internasional juga diperluas melalui studium generale oleh Dr. Song Shiwei dari Ngee Ann Polytechnic yang mengulas perkembangan industri farmasi di Singapura sebagai salah satu pusat biomedis dunia yang didukung inovasi dan kebijakan pemerintah.
Antusiasme peserta mencapai puncaknya saat sesi presentasi karya batik, di mana setiap mahasiswa menampilkan hasil kreativitasnya dengan cerita unik di balik motif yang dibuat.
Salah satu peserta, Natalie dari Ngee Ann Polytechnic, menghadirkan motif ikan koi dengan elemen bunga dan daun teratai sebagai representasi budaya Tionghoa yang berpadu dengan teknik batik khas Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, FBE UAJY tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, tetapi juga memperkuat jejaring internasional yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa harmoni budaya dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun pemahaman global sekaligus memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. (*)