Tribunlampung.co.id, Malang - Sosok Yai Mim yang dikabarkan tewas dalam tahanan saat hendak diperiksa oleh penyidik Poltesta Malang Kota menjadi sorotan.
"Hari Senin, (13/4/2026), pukul 13.45 WIB, tahanan Polresta Malang Kota, Mohammad Imam Muslimin meninggal dunia saat akan dilakukan pemeriksaan," ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, mengonfirmasi, dikutip dari TribunJatim.com.
Lebih lanjut, kata Lukman, saat itu Yai Mim akan menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pelecehan ke penyidik namun mendadak Yai mim lemas. Setelah itu, Yai Mim dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar.
"Sebelumnya, kondisinya baik-baik saja" jelas Ipda Lukman Sobhirin.
Sebagai informasi Imam Muslimin alias Yai Mim adalah mantan dosen di Malang yang viral setelah terlibat konflik dengan tetangganya, Sahara hingga videonya ramai di media sosial. Perselisihan tersebut kemudian berlanjut menjadi saling laporan ke polisi dan menarik perhatian publik.
Baca juga: Keluhan Yai Mim Sebelum Tewas dalam Tahanan Saat Hendak Diperiksa Penyidik
Kasusnya berkembang setelah muncul dugaan pelecehan dan pornografi. Polisi akhirnya menetapkan Yai Mim sebagai tersangka dan menahannya pada awal 2026. Kasus ini menjadi sorotan karena berawal dari konflik pribadi yang viral, lalu berujung pada proses hukum.
Adapun Imam Muslimin alias Yai Mim adalah mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selama menjadi dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, ia aktif mengajar untuk program pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dikutip dari sinta.kemdiktisaintek.go.id.
Yai Mim diketahui pernah belajar di Pesantren Terpadu Al Kamal Kunir Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Setelahnya, ia berkuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya mengambil program studi Bahasa Arab dan lulus pada 1991.
Di UIN Maulana Malik Ibrahim, Yai Mim pernah menjabat sebagai Ketua Hai'ah Tafidzil Qur'an.
Namun, setelah viral kasusnya dengan Sahara, ia sempat nonaktif sebagai dosen.
Setelahnya, Yai Mim memutuskan mengundurkan diri pada 17 September 2025.
"Saya sudah mengajukan mundur (sebagai) dosen. Suratnya bisa dilihat. Saya mengajukan mundur," ungkap Yai Mim, Rabu (17/9/2025), dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, Yai Mim mengungkapkan faktor lain dirinya memutuskan mundur sebab kondisi kegiatan belajar mengajar tak lagi kondusif.
Ia menyebut mahasiswa tidak lagi menghadiri kelasnya, maupun merespons komunikasinya.
Karena itu, Yai Mim pun memilih mundur ketimbang merasa sakit hati.
"Semua mahasiswa enggak ada yang datang. Saya WA (WhatsApp) enggak ada yang jawab. Daripada saya sakit hati, saya menulis surat kepada atasan saya bahwa saya mundur," aku Yai Mim.
"Saya mundur memulai hari ini sampai dengan selamanya. Agar kalau ada hal-hal yang mungkin diperlukan dari saya, saya tidak terikat oleh jam mengajar lagi. Bisa fokus."
"Bagi saya, dosen itu adalah pengabdian, bukan uang," pungkas dia.
Perseteruan antara Imam Muslimin alias Yai Mim dengan Sahara bermula karena tanah wakaf untuk jalan warga, dijadikan lokasi parkir mobil rental milik Sahara.
Keduanya merupakan tetangga di Perumahan Joyogrand Kavling Departemen Agama (Depag) III Atas, Kelurahan Merjosari, Kota Malang.
Selain masalah lahan parkir, perseteruan juga dipicu oleh persoalan batas tanah.
Cekcok pun terjadi pada Agustus 2025, ketika mobil rental milik Sahara diparkir di depan pintu rumah Yai Mim sehingga kendaraan mantan dosen itu tak bisa keluar.
Perseteruan itu pun menjadi viral setelah Sahara merekam dan mengunggahnya di media sosial.
Video yang memperlihatkan aksi Yai Mim berguling-guling di tanah beredar luas diiringi narasi yang berkembang liar dan tidak terverifikasi kebenarannya, termasuk pencemaran nama baik, pengrusakan mobil, hingga dugaan pelecehan.
"Selama beberapa waktu saya sempat tidak menggubris perbuatan beliau, dikarenakan saya masih memandang beliau sebagai Kyai dan Dosen di UIN Malang."
"Namun tindakan provokatif beliau baik berupa lisan, tulisan, dan tindakan selalu bersubstansi pemfitnahan, penuduhan dan merendahkan saya. Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk speak up," tulis Nurul Sahara di unggahannya.
Menanggapi narasi itu, Yai Mim menegaskan hal tersebut adalah fitnah.
"Itu fitnah keji yang dilakukan oleh orang yang menghasut terhadap saya dan semuanya tidak ada satu pun yang benar," kata Yai Mim, Selasa (16/9/2025).
Buntut konflik itu, Yai Mim diusir dari rumahnya di Perumahan Joyogrand tanpa ada mediasi lebih dulu.
Saat ini, Yai Mim berpindah tempat tinggal dari guest house satu ke guest house lainnya, sembari menunggu rumahnya di Perumahan Joyogrand yang dijual, laku.
"Kami enggak pernah dimintai keterangan, enggak pernah dimediasi, enggak pernah diberi kesempatan tabayyun. Tiba-tiba saja kami diusir dari RT ini," ungkap istri Yai Mim, Rosida.
Keduanya pun diketahui sudah saling lapor ke Polresta Kota Malang.
Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang akan melakukan verifikasi legalitas tanah untuk mencari titik terang perseteruan Yai Mim dan Sahara.