Sosok Bos Pemenang Tender Proyek Motor Listrik MBG, Tetangga Sudah Lama Rasakan Kesan Ekslusifnya
Ignatia Andra April 13, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok bos perusahaan pemenang tender proyek motor listrik program MBG belakangan jadi sorotan.

Yenna Yuniana, Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, tengah mencuri perhatian publik setelah perusahaannya ditetapkan sebagai pemenang tender besar penyediaan lebih dari 20 ribu sepeda motor listrik.

Armada tersebut akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN).

PT Yasa Artha Trimanunggal diketahui sebagai induk dari PT Adlas Sarana Elektrik, entitas yang ditunjuk langsung sebagai penyedia motor listrik merek Emmo JVX GT.

Namun, di balik gemerlap proyek nasional bernilai triliunan rupiah ini, sosok Yenna justru menjadi misteri besar bagi warga di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Siapa sebenarnya Yenna Yuniana?

Sosoknya kini mulai terungkap.

Kesan eksklusif Yenna dirasakan betul oleh warga sekitar, seperti dikutip dari penelusuran Tribunnews.com, Senin (13/4/2026).

Yenna Yuniana, Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, yang perusahaannya ditunjuk untuk jadi penyedia motor listrik merek Emmo JVX GT.

Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), Yenna merupakan Beneficial Owner (pemilik manfaat akhir) yang memegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.

Nama Yenna Yuniana bukan sosok asing dalam catatan hukum.

Pada November 2025, ia tercatat pernah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020.

Keterangannya diambil untuk tersangka Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, yang merupakan kakak kandung dari pengusaha sekaligus tokoh politik Hary Tanoesoedibjo.

Kesan eksklusif Yenna Yuniana

Rena (bukan nama sebenarnya) membenarkan bahwa gedung putih di seberang rumah tinggal Yenna adalah kantor pusat PT Yasa Artha Trimanunggal. 

Meski sering melihat Yenna dari jauh, Rena mengaku tak pernah sekali pun berbincang dengannya.

Nada serupa datang dari Cika (bukan nama sebenarnya).

Ia mengaku sama sekali tidak mengenal Yenna meski bertetangga.

"Dia tinggal di sini, tapi jarang kelihatan orangnya," cetus Cika.

Baca juga: Manfaatkan Limbah MBG hingga Air Wudu, Pelajar Madiun Kembangkan Abon Sukun & Lele

Ketertutupan ini menjadi kendala bagi perangkat lingkungan.

Catur mengaku tak pernah bertatap muka dengan warganya itu meski jarak rumah mereka kurang dari 100 meter.

Komunikasi selalu terputus di tangan perantara pegawai perusahaan yang berjumlah belasan orang.

"Saya bentuknya gimana pun tidak pernah ketemu Ibu Yenna itu. Paling karyawan-karyawannya saja yang sering menyebut nama beliau. Sekarang orang susah ditanya-tanya, padahal giliran terjadi apa-apa, Ketua RT yang ditanya," keluh Catur.

Sejumlah polisi berjaga di depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026). Perusahaan pemenang pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) ini terpantau tertutup rapat dengan aktivitas yang sangat minim. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)
Sejumlah polisi berjaga di depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026). Perusahaan pemenang pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) ini terpantau tertutup rapat dengan aktivitas yang sangat minim. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti).

Awalnya Kos-kosan

Fakta menarik terungkap mengenai sejarah gedung kantor PT Yasa Artha Trimanunggal di wilayah RT 08.

Sebelum berdiri megah dengan lobi yang kini dihuni dua kendaraan roda tiga hitam, bangunan itu merupakan aset sederhana bagi warga sekitar.

"Dulunya itu cuma kos-kosan dan warung atau kafe milik Pak Haji. Baru direnovasi sekitar tahun 2025," jelas Catur.

Transformasi fisik ini sejalan dengan profil perusahaan yang berdiri sejak 2016 dan kini memegang kendali atas produksi 21.801 unit motor listrik merek Emmo JVX GT.

Baca juga: Tari Jaranan Buto Banyuwangi yang Unik Magis, Usung Penari Seram dengan Kuda Kepang Berwajah Raksasa

Klarifikasi Kepala BGN 

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi teknis guna menjamin akuntabilitas proyek motor listrik tersebut.

Dadan menyatakan bahwa sebanyak 21.801 unit motor listrik akan disalurkan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penunjang operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Armada ini diprioritaskan untuk mobilitas petugas dalam menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses kendaraan roda empat.

Dadan menegaskan, seluruh proses pengadaan telah mengikuti aturan birokrasi yang ketat dan transparan.

"Pengadaan ini telah direncanakan sejak anggaran 2025 dan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai regulasi keuangan yang berlaku," tegas Dadan.

Meski didatangkan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) atau komponen impor yang dirakit di dalam negeri, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) motor tersebut diklaim mencapai 48,5 persen.

Pemerintah juga memastikan sisa anggaran yang tidak terserap dari target awal 25.644 unit telah dikembalikan sepenuhnya ke kas negara.

Saat ini, seluruh unit yang dirakit di fasilitas manufaktur Citeureup tersebut sedang dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.