Epic Games Garap Game Extraction Shooter Ala Disney, Rilis November 2026
Muhammad Fatoni April 13, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Epic Games dikabarkan sedang menyiapkan proyek gim baru melalui hasil kerja sama dengan Disney.

Menurut laporan Bloomberg, terdapat setidaknya 3 proyek gim yang sedang dalam pengembengan.

Salah satunya yang menjadi sorotan yaitu gim "extraction-shooter" ala Arc Riders tetapi dibalut dengan tema dan karakter dari Disney.

Motivasi Pengembangan

Kolaborasi Disney dan Epic Games (starwars.com)
Kolaborasi Disney dan Epic Games (starwars.com)

Disney sebelumnya diketahui menanamkan investasi senilai 1,5 miliar dolar AS ke Epic Games pada 2024.

Tujuannya Disney waktu itu adalah membangun ekosistem gim dan hiburan dengan franchise Disney yang lebih luas di dalam dunia Fortnite.

Laporan Bloomberg menyebut kolaborasi pada 2024 ini secara langsung terbukti sebagai alat marketing yang efektif.

Integrasi konten Disney yang masuk ke Fortnite justru berhasil mendorong minat pemain dan pengguna baru ke platform milik Disney.

Artinya, kedua belah pihak mengalami peningkatan baik dalam jumlah pemain gim Fortnite, maupun penonton berlangganan platform Disney+.

Baca juga: Game Warframe 13 Tahun Tanpa AI, Digital Extremes: Kami Sangat Anti-AI

Ke depannya, berbagai IP besar seperti Marvel, Star Wars, Avatar, dan Pixar bakal terus dimasukkan ke Fortnite untuk menarik pemain.

Strategi ini secara khusus menyasar audiens muda yang menjadi basis utama mayoritas pemain Fortnite

Dari situ, audiens muda tereksposisi dengan ekosistem Disney yang lebih luas, mulai dari film, serial, hingga layanan streaming seperti Disney+.

Dorongan Dari Melemahnya Epic Games

"Disney Villains" dalam Fortnitemares 2024. (fortnite.com)

Kondisi finansial Epic Games dilaporkan sedang berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir, lebih tepatnya sejak 2023.

Fortnite, produk utama Epic Games, tidak lagi menunjukkan performa pertumbuhan pemain dan pemasukan sekuat sebelumnya.

Epic Games mengakui penurunan performa Fortnite sejak 2025 berdampak langsung pada kondisi keuangan perusahaan.

Sejumlah pembaruan pada gim Fortnite yang dirilis dinilai kurang mampu mempertahankan antusiasme pemain dalam jangka panjang.

Sebelumnya juga, pada 2023, Epic Games menyebut bahwa mereka “menghabiskan jauh lebih banyak dibandingkan yang dihasilkan”.

Terpaksanya, Epic Games perlu melakukan pemangkasan besar untuk menjaga keberlangsungan perusahaan melalui layoff atau PHK.

Kedua riwayat PHK pada 2023 dan pada 2026 ini semakin menegaskan bahwa tekanan finansial yang dialami Epic Games masih berkelanjutan.

Tidak hanya melalui karyawannya, Epic Games juga akan “memensiunkan” sejumlah fitur di dalam Fortnite untuk memangkas biaya.

Beberapa mode permainan seperti Fortnite Ballistic dan Fortnite Festival Battle Stage dijadwalkan dihentikan pada 16 April 2026.

Sementara itu, mode Rocket Racing juga akan menyusul untuk pemberhentian layanan pada Oktober 2026.

Baca juga: Update Versi 1.2 Arknights: Endfield, Akhirnya Karakter Zhuang Fangyi Rilis

Langkah ini mencerminkan upaya Epic untuk merapikan fokus mereka, dengan mengurangi fitur yang tidak mampu mempertahankan daya tarik pemain.

CEO Epic, Tim Sweeney, bahkan mengakui bahwa perusahaan kesulitan menghadirkan pengalaman yang konsisten di setiap musim Fortnite.

Di sisi lain, sejumlah inisiatif baru juga belum menunjukkan hasil memuaskan.

Pengembangan Epic Games Store versi mobile serta upaya mendorong konten buatan pengguna disebut belum memenuhi ekspektasi internal.

Melansir Bloomberg, delapan sumber internal yang terdiri dari karyawan aktif dan mantan, menyebut sejumlah inisiatif baru Epic Games tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Beberapa di antaranya termasuk pengembangan Epic Games mobile store serta fitur yang memungkinkan pengguna membuat gim mereka sendiri.

Sumber tersebut juga mengungkap Epic kerap merilis produk terlalu cepat demi mengikuti tren.

Bahkan ketika proyek tersebut belum dinilai siap dan relevan bagi pemain yang mampu menarik minat secara maksimal.

Dalam kondisi ini, kolaborasi dengan The Walt Disney Company menjadi langkah strategis yang diharapkan dapat memulihkan momentum.

Investasi besar yang diberikan Disney tidak hanya membuka peluang pengembangan proyek baru.

Posisi Epic Games juga turut dibantu dengan cara diperkuat dalam membangun ekosistem Fortnite yang lebih luas dengan adanya Disney.

Dengan tekanan finansial yang masih terasa, keberhasilan proyek hasil kerja sama ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pertumbuhan Epic ke depan.

Pengembangan Game Dengan Disney

20260413 Kolaborasi Disney dan Epic Games 4
Platform Epic Games Store. (store.epicgames.com)

Kolaborasi antara Epic Games dan The Walt Disney Company tidak hanya berfokus pada satu proyek.

Laporan Bloomberg menyebut terdapat setidaknya tiga gim yang sedang dikembangkan dalam kerja sama ini.

Proyek pertama yang menjadi sorotan adalah gim extraction shooter yang ditargetkan meluncur pada November 2026.

Gim ini menjadi prioritas utama karena berada paling dekat dengan tahap rilis.

Meski begitu, gim ini sempat mendapat catatan internal terkait mekanik yang dinilai belum cukup orisinal jika dibanding dengan gim Arc Raiders.

Selain itu, proyek kedua telah memasuki tahap awal pengujian internal, namun menerima respons internal yang cenderung biasa saja.

Sementara itu, proyek ketiga mengalami penyesuaian alokasi sumber daya developer.

Sebagian sumber daya pengembang ini dialihkan untuk mempercepat dua proyek lainnya.

Hal ini bisa terjadi karena ketidakpuasan Disney terhadap jadwal rilis Epic Games yang tidak tepat sasaran. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan proyek tidak berjalan merata.

Baca juga: Studio Game Lokal Yogyakarta Ini Merilis Game Memasak, KuloNiku: Bowl Up!

Fokus Epic saat ini lebih diarahkan pada proyek yang dianggap memiliki peluang paling besar untuk dirilis dalam waktu dekat.

Dan hasilnya proyek lain terpaksa berada dalam tahap evaluasi dan penyesuaian hingga waktu yang belum ditentukan.

Pihak Epic Games melalui Liz Markman, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pengembangan beberapa gim.

Artinya, mereka sedang melakukan pembangunan ekosistem game dan hiburan melalui identitas Disney yang lebih luas.

Meski begitu, arah penuh dari proyek kolaborasi ini masih belum sepenuhnya terungkap.

Disney sebelumnya menggambarkannya sebagai “persistent universe,” di mana pemain tidak hanya sekadar bermain gim.

Tetapi juga dapat menonton, berbelanja, hingga berinteraksi dengan berbagai karakter dari franchise milik Disney seperti Marvel, Star Wars, dan lain-lain.

Konsep ini bahkan mencakup kebebasan bagi pemain untuk menciptakan pengalaman dan cerita mereka sendiri, lalu membagikannya.

Bloomberg bahkan menyebut pendekatan ini menyerupai model platform seperti Roblox.

Arah tersebut mulai terlihat melalui fitur Creator di Fortnite, sebuah fitur yang memungkinkan pemain membuat konten bertema Star Wars.

Dengan skala ambisi tersebut, proyek ini tidak hanya diposisikan sebagai pengembangan gim.

Melainkan juga sebagai ai upaya membangun ruang digital sekaligus.

(MG Fadhlullah Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.