Petani Mesidah Tercekik, Harga Kopi Anjlok Akibat Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki
Mawaddatul Husna April 13, 2026 06:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Harga komoditas kopi di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, dilaporkan merosot tajam. 

Kondisi ini diduga kuat akibat kerusakan jembatan darurat Wih Kanis yang menjadi akses utama menuju wilayah tersebut tak kunjung mendapat perbaikan permanen.

Hermawansyah, salah seorang warga Mesidah, mengungkapkan bahwa harga kopi Arabika jenis gelondongan saat ini hanya dibanderol Rp 17.000 per bambu.

​"Saat ini harga kopi gelondong di tempat kami hanya Rp17.000 per bambu. Padahal biasanya mencapai Rp26.000 per bambu," ujarnya kepada TribunGayo.com, Senin (13/4/2026).

​Menurutnya, penurunan harga ini dipicu oleh sulitnya akses transportasi selain faktor cuaca buruk.

Akibat jembatan yang rusak, para pengepul terpaksa mengambil rute alternatif melalui Samarkilang yang memakan waktu jauh lebih lama.

​"Kondisi sekarang sering hujan dan jalanan licin dan pembeli harus memutar lewat jalur Samarkilang yang memakan waktu hingga tiga jam. Itulah alasan mengapa harga kopi turun drastis," bebernya.

​Ia meyakini, jika Jembatan Wih Kanis kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda empat, harga jual kopi petani akan kembali stabil.

​"Pasti harga naik lagi karena petani punya pilihan untuk menjual kopi ke luar Mesidah.

Selama akses sulit, tengkulak punya alasan untuk menekan harga karena ongkos angkut yang jauh," keluhnya.

Maka ia berharap jembatan Wih Kanis untuk segera diperbaiki agar ekonomi masyarakat tidak tergangggu.

Karena hampir lima bulan pascabencana, jembatan Wih Kanis tak kunjung diperbaiki, padahal jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan 14 kampung di wilayah tersebut.

​"Sudah lima bulan kami melintasi jembatan yang membahayakan. Belum ada perbaikan sama sekali.

Jangankan jembatan permanen, jembatan darurat yang layak pun tidak ada," keluhnya.

Anggota DPRA Desak Kementerian PU Segera Tepati Janji

Sementara kondisi tersebut ditanggapi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani.

Dimana, ia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menepati janji perbaikan. 

Ia menilai lambatnya penanganan ini sebagai bentuk pembiaran yang mengancam keselamatan warga.

Apalagi, jembatan darurat hasil swadaya masyarakat itu dilaporkan mulai renggang dan bergoyang saat dilintasi kendaraan di atas aliran sungai yang deras.

​"Kami mendesak Kementerian PU segera merealisasikan janjinya. Jangan menunggu ada korban jiwa. Ini sudah hampir lima bulan," kata Salwani.

Menurut Salwani, jembatan Wih Kanis adalah urat nadi ekonomi bagi warga Mesidah. 

Kerusakan jembatan ini otomatis menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. 

Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali harus segera dilakukan, jika memungkinkan langsung secara permanen.

​"Jembatan harus segera dibangun agar masyarakat dapat mengakses jalur tersebut, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat," demikian pungkasnya. (*)

Baca juga: Turnamen Domino Piala Kapolres Bener Meriah Resmi Digelar 16 April 2026

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Hari Ini 13 April 2026 Anjlok, Berikut Rinciannya

Baca juga: Simpan Hampir 1 Kg Ganja di Balik Sofa, Pria di Bener Meriah Dituntut 7 Tahun Penjara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.